World Through my Words

Sunday, January 20, 2013

Hai ke-4: About Being Three Idiots (Part 1)


Hi Nhung, 

How are you?

*at first I was intend to greet you in Vietnamese but…forget it!  Next time I’ll try again*

Feeling good or a little bit rich ‘cause you have a job? XD

Don’t.

My friend said that the expense follows our income. So when you become richer, you will spend more money to buy some stuff that looks like important to be bought.

For me, it was Big Bang concert ticket. Don’t laugh! I didn’t regret it at all, but I always think that if I save that money, perhaps I can buy flight ticket to Vietnam for this year’ holiday. Another ‘important’ stuff. Mwahahaha.

Anyway, just don’t forget to donate some parts of your salary for the unfortunate people. It will bless you and your job in many ways. If you believe it ;)

So, there is a program in Indonesia now, it is called Writing Love Letters in 30 Days. So we have to write a letter – love letter for sure – 30 letters to be exact, for everybody or everything that considered as important for us. And I choose to write for you in this fourth day. Does it mean that I love you? Uhm, I’m not sure………

But I want to confess it, if you’re a guy, perhaps we can end up dating each other. Mwahahahaha. No, kidding.

But at that time, when I accept you in my house, it’s kind of life-changing experience. I never know a person who really likes to taaalk and taaalk and taaalk much more than me. Oh God.

Even the birds, the fishes, the table in my dining room miss your voice. When you talk, you always talk with enthusiastic, making people around you get interested with what you are talking about. I think choosing ‘Politics’ as your major is a right choice. I can imagine you becoming a minister and you giving speech about…emancipation, perhaps.

Well, not only my house misses you, I do too. I still try to arrange my plan for this year so I can steal some time to go to Vietnam. But I’m planning to pursue my Master Degree this year, so I still don’t see the possibility.

One thing for sure, I really want you to come to my wedding party one day, no matter where the place is. You need to meet my husband so in case I cry and sad, you know who to punch.

And you too. Let me know if one day you have a boyfriend. I want to find out what he just ate ‘til he decided to have you as his girlfriend. Mwahahaha.

Okay, I’ve been too much laughed. I need to stop writing this letter or it could be the worst letter I’ve ever written and it will decrease my reputation. Ouch.

Take care, Nhung!
Be good!

xoxo
Prima 



Read More

Saturday, January 19, 2013

Hari Ke-3: Rindu


Assalamu’alaikum, Uti.

Semoga udah agak baikan ya..

Aku sedih banget lho denger Uti masuk rumah sakit lagi. Pingin banget bisa disana nganter-jemput masuk dan keluar rumah sakit, nemenin konsultasi ke dokter..
Seperti beberapa tahun lalu waktu aku nemenin Uti ke dokter kulit dan ujung-ujungnya aku juga ikut periksain tato temporer aku yg ga ilang-ilang *note: hati-hati ya teman-teman, kadang kita bisa aja ga cocok sama tintanya tato temporer dan akhirnya ga bisa ilang, seperti saya* Untung ya Ti, tatoku gambarnya kupu-kupu, bukan kalajengking. Masih agak imut gitu lhah. Hehe.

Uti, maaf ya hingga saat ini aku belum bisa mengabulkan permintaan Uti yaitu memboyong suami ke rumah keluarga besar kita. Aku tahu seorang ‘suami’ berarti sangat besar bagi kita semua. Aku, Uti, ayah, dan mama. Ya, karena ini membuktikan bahwa…aku bisa bahagia.

Aku tahu bahwa Uti mengkhawatirkanku setiap saat, terlebih karena aku bukan anak yang ‘normal’ dari segi latar belakang keluarga. Makanya memiliki suami akan menjadi satu langkah besar bagiku karena artinya aku masih percaya cinta dan arti sebuah keluarga. Meski ah…sampai sekarang aku belum begitu memahami apa itu cinta dan apa gunanya pernikahan jika memang suatu saat bisa ‘semudah itu’ berpisah..

Uti, jika suatu saat Uti meninggalkan aku, aku minta maaf lagi karena hingga saat ini aku belum bisa memberikan apa-apa. Aku masih terus saja berjanji..
“Uti, nanti kita jalan-jalan ya, aku yg nyetir”
“Uti, nanti kita umroh bareng ya, aku yg bayar”
“Uti, nanti kita makan-makan ya, aku yg traktir”

Nyatanya, ini sudah tahun 2013, dan Uti masih ngasih segepok uang sangu buatku pulang dari Jogja ke Surabaya..

Tapi Uti, aku ingin Uti tahu, kalau Uti salah satu orang paling penting di hidupku. Aku sering berpikir, kalau dulu Uti tidak kuat hati menyekolahkan ayah dan adik-adiknya ke kota, mungkin juga aku sekarang masih main-main di sawah. Atau mungkin di usia segini aku sudah punya anak tiga. Aku ingat Uti pernah cerita bahwa Uti dicibir orang-orang kampung karena katanya ‘sok kaya’, pake biayain anak kuliah segala, padahal Uti ‘cuma’ kepala sekolah SD di kampung. Pingin rasanya nyulek mata orang yg ngomong gitu. Seenggaknya setelah ayah bekerja, ayah memprakarsai peternakan ayam yg lumayan besar dan bisa mempekerjakan beberapa orang di kampung. Alhamdulillah..

Uti, Alhamdulillah yg kedua adalah aku sekarang bisa lihat Uti ngaji.. Karena dulu Uti pernah cerita kan, kalau akibat sudah tua, rasanya mempelajari huruf Al-Qur’an sudah sangat susah.. Makanya Uti selalu bilang bahwa aku ga boleh males ngaji, apa yg mau dibawa ke akhirat nanti..

Uti, ternyata udah panjang aja surat cintanya, padahal aku masih pingin banyak cerita.. Kapan Uti tinggal di Surabaya? Sebentar saja, seminggu atau dua minggu gitu.. Kalau bosan di rumahku nunggu aku pulang kantor, bisa main sama Kinan, anak Bude Yekti. Rumahnya di seberang rumahku lho.. Kalau Uti tinggal disini aku kan bisa minta dimasakin sambel goreng Uti sama dadar jagung favoritku :9

Uti, kita sama-sama berdoa yah semoga Uti selalu dalam lindungan Allah, jadi sewaktu-waktu Uti ‘dipanggil’, bisa khusnul khotimah seperti harapan kita semua..

Selamat tidur Uti, besok siang aku telpon ya..

Salim tangan dan cium pipi,
Cucumu yg paling cantik dan pintar *ahseeek*



Read More

Hari Ke-2: Aku Masih Menunggu


Ceileh judulnya, padahal sebenarnya juga ga gitu-gitu amat kok, Oppa.
Siapa kamu sampai aku nunggu kamu segitunya? Kekasih juga bukan. *buang muka*

…
…
…

Oppa, jangan GR ya, ini karena keadaan saja judulnya #30HariMenulisSuratCinta, padahal aku juga gatau apa aku cinta kamu atau engga.. Dan sebaliknya kamu juga begitu sama aku atau engga. Pasti engga. Udah tau kok. *tebalikin meja*

Oppa, aku nulis surat ini dalam bahasa Indonesia ada alasannya. Karena sejak kepulanganmu ke Korea akhir 2011, tidak ada alasan bagiku untuk tetap belajar bahasa Korea. Pertama kali aku ambil les bahasa Korea kan karena kamu yang minta? Sementara aku gatau apa kamu akan kembali lagi ke Indonesia, sedangkan aku juga ga pingin2 banget sekolah ke Korea, jadi aku putuskan tidak seserius itu belajar bahasa Korea. Adapun aku tetap ke kelas yg dibikin Kim Seonsaengnim tiap sabtu pagi, itu karena gratis dan bisa ketemu Soo Jin, ponakanku yang paling imut sedunia. *sengaja nulis gini biar dikirimi cookies sama Stefany Eonni, hihi*

Oppa, Februari 2011, duniaku berubah. Ada semangat baru untuk menjalani tiap harinya. Sebenarnya bukan karena kamu, tapi karena ada sesuatu yg sangat seru: sepak bola. Aku tahu bahwa sebenarnya David Beckham adalah jodohku, sayang sekali aku lahir di Indonesia jadi dia tidak punya kesempatan untuk bertemu denganku dan akhirnya malah menikah sama Victoria Beckham. *dikeplak Victoria*

Kamu cuma bagian kecil dari keseruan itu. Aku malah lebih suka kumpul sama Mamoun dan Benoit, terutama karena mereka bisa bahasa Inggris. Ga kayak kamu, males. Huuu~

Nah, waktu kamu ulang tahun pun aku ngasih kue tart itu cuma berpikir supaya penelitianku lancar aja, istilahnya aku mendekatkan diri sama Persema, bukan sama kamu. Siape eluuu? Seandainya yg waktu itu ulang tahun Mamoun pasti lebih seru :D

Tapi aku tahu sejak itu kamu berubah, lebih membuka diri, lebih banyak menyapa aku, meski cuma manggil namaku aja, aku udah seneng berarti kamu inget aku. Ngenes yah aku. Akhirnya kita sering makan malam bareng, aku seneng kalo pergi sama kamu pasti kamu traktir aku, denger-denger karena budaya Korea emang begitu ya. Kalau sama Mamoun engga, pernah kapan hari aku yang bayarin gitu deh.. Mana perginya rame-rame sama Kim, Niko, Benoit. Bangkrut sekejap deh aku.

Terus kita melewati malam-malam bersama dengan aku mengajari kamu bahasa Indonesia lewat buku yg dikasih Niko…dan akhirnya kamu menyerah karena sekali lagi, males! Ah *gulbam* Akhirnya kamu memaksa aku supaya les bahasa Korea, yang sebenarnya aku benci banget tauk!!! Aku udah bertekad ga mau belajar bahasa yang ga pake huruf Roman, eh kamu pake maksa-maksa lagi. Dih. Untung aja kamu sama Kang Hyun menepati janji buat ngerjain PR-PR itu *ups*.

-- Oppa, mendadak aku lupa mau ngomong apa karena tadi habis aku sela sholat, hehe --

Intinya sih, kalau aku mau cerita panjaaaaang lebaaaaar kasihan nanti judulnya bukan surat tapi novel cinta *halah*

Beberapa waktu lalu, aku sudah pernah menulis satu cerita tentang ‘menunggumu’ karena sekali, dua kali, tiga kali kamu menunda kedatanganmu ke Indonesia. Tadinya aku mau menyempurnakan tulisan itu saja tapi mendadak laptopnya rusak. Ya ampun, sial sekali aku.

Jadi di cerita itu, aku menggambarkan bahwa aku sangat bahagia melewati waktu-waktu bersamamu. Terlebih ketika aku menangis karena putus dari pacarku, kamu dengan entengnya menyodorkan es krim yoghurt strawberry. Aku ga suka es krim buah sebenarnya, tapi demi tatapanmu yang tajam akhirnya aku makan juga es krim itu. Dan kamu tahu? Es krim itu jadi es krim favoritku sejak saat itu. Namanya Yomamte, by-the-way *mendadak pingin*

Ketika kamu mau pulang ke Korea, aku menahan tangis karena katamu kamu pasti kembali. Dan kamu juga tidak suka melihat perempuan menangis, terlebih aku yang katamu lebih lucu kalau tertawa (makanya kamu suka sekali bikin aku tertawa, ya kan Oppa? *ge er*).

Aku sering berharap rasa ini hilang seiring tak pernah lagi aku dengar kabarmu. Terutama karena Facebook tidak populer di Korea, jadi kamu jarang update. Apalagi nge-tweet, boro-boro deh.

Aku juga sangat ingin tahu apa sih rasa ini sebenarnya. Apa ini cinta, suka, sayang, atau sekedar peduli aja? Mamaku mengajarkan aku untuk berbuat baik sama orang, dan waktu aku cerita tentang kamu ke mamaku, beliau bilang “wuih coba bayangkan kamu ada di posisinya. Negara baru, ga bisa bahasanya, ga ada teman dekat atau keluarga.”

Itu dia. Keluarga. Kamu pernah bilang ke eomma-mu waktu telepon, disini ada seseorang yang peduli sama kamu. Kamu sudah anggap dia seperti adikmu sendiri. Semoga itu aku ya *blushing*

Kamu seperti kakak laki-laki yang tidak pernah aku miliki. Rasa sayangku ke kamu tidak akan pernah lebih, seperti yang dipikirkan orang-orang. Karena setiap melihat kamu tertawa, aku ikut bahagia. Setiap melihat kamu sedih, aku ikut sedih. Aku tahu bahwa resiko bermain di Indonesia sekarang sangat besar, dan aku mengkhawatirkanmu. Pun aku tetap senang jika kamu tetap memilih bekerja disini.

Asal kamu tahu Oppa, Tuhan mengabulkan doaku. Kamu sekarang di klub di Jawa Timur kan, tinggalnya pun di Surabaya. Betapa Tuhan baik sekali padaku, dan padamu yang bisa seklub dengan sahabatmu.

Aku tidak tahu apa yang membuat kita belum bertemu hingga saat ini. Entah karena kita berdua terlalu sibuk, atau terlalu gengsi untuk mengangkat telepon dan mengatakan “ketemu, yuk.” Tapi aku percaya cepat atau lambat kita akan bertemu.

Amin.

Selamat datang kembali di liga Indonesia, Oppa. Have a great year ahead, hwaiting! ^^

*foto pertama kita ^^ (dari kiri: SangMin, akuuuhhh yg mungil *kkk*, YoungJun yg ganteng)








Read More

Hari Ke-1: Sudah Tujuh Hari


Dear Mama,

Ga kerasa sudah tujuh hari lhooo mama di Jakarta. Nanti pulang kan yah? Asik asik. Ga bosen ta Ma di Jakarta? Ga ada aku yg bikin mama repot, sebel, kesel tiap hari?

Ma, aku inget banget pesan mama sama aku cuma dua: sholat tahajud + sholat subuh tepat waktu sama sarapan dan makan malam di rumah.

Buat yg pertama alhamdulillah kalau mama ga di rumah aku bisa terus, cuma sekali bolong karena minum CTM malam sebelumnya - padahal minumnya udah dari sebelum sholat isya’ tapi ngantuknya masih hore, pas bangun tiba2 udah jam setengah lima. Hiks. Kenapa yah, kalau ada mama kesannya tubuhku jadi ngandalin mama, yg mama harus matiin kipas angin + nyalain lampu kamar + narik selimutku dulu baru aku bangun. Itupun susaaah. Kalau sekarang, tubuhku takut sama alarm handphone. Wkwk..

Mungkin artinya aku seneng banget kalo dibangunin sama mama ya, setelah empat setengah tahun di Malang. Tidur, tidur sendiri, makan, makan sendiri, apa-apa sendiri, cuma mandi aja sama pacar #eh.

Maaf ya Ma, semoga mama ga bosen bangunin aku terus tiap pagi, bisa ga ke kantor lah aku kalau mama ga bangunin aku, hehe *manja*

Yang kedua...aduh susah Maaaaa~ apalagi bagian “jadi kamu pulang kantor masak nasi, buat makan malam, sarapan, sama bawa bekal makan siang ke kantor. Kamu di jalan PP kantor-rumah dua jam tiap hari, naik motor kiwir-kiwir, nanti masuk angin kalo ga makan nasi. Belum lagi sakit, lemes, duh mama capek dengernya tauk” *semaput karena diomelin*

Ma, tau kan, masak nasi dan apalah goreng lauk itu, bagiku sama ribetnya kayak cari pacar #lhah Dan mama tau sendiri dooong, siapa yg bikin aku ngerasa gitu? Tepat. Mama sendiri. Hahahahahahahaa #LaluDitapuk

Tapi setelah aku ke ATM dan melihat tabungan bulan ini menipis *baru tau duit kayak gas, bisa menguap, hehe* aku kuatkan niat untuk masak nasi...pakai magic com! Haha, praktis yes. Lauknya aku kemarin beli tempe, terus bosen tempe beli nugget *horang kayah* kadang beli soto, sempet juga beli bebek. Bebeknya bau bebek Ma, amis gitu, huhuhu. Mau nangis rasanya habis itu, soalnya pinginnya makannya sama mama. Padahal kalau lagi ada mama di rumah biasanya makan malam cepet-cepet terus kerja lagi *tujes tujes diri sendiri*

Mama di Jakarta makan sama siapa? Pake acara masak nasi segala ga? Mama di sana ngomelin siapa Ma? Huhuhu.

Ma, semoga perjalanan dari hotel ke stasiun lancar ya. Denger-denger banjirnya parah banget ya Ma. Cepet pulang ya Ma, jadi sabtu kita udah bisa tahajud sama sholat subuh berjamaah lagi. Maaf aku belum bisa nyetir mobil jadi ga bisa jemput mama di stasiun nanti. Tapi aku bekam mama deh kalau mama kecapekan, oke.

See you very soon, Mam!

Love,
Your manja-ngeselin-senengbantah-tapipalingcuantiksedunia daughter

*status BBM aku artinya “I’m fine but I miss you” buat mama, bukan buat SangMin walau pakai bahasa Korea, hehe*




Read More

Wednesday, January 16, 2013

Special gift from onefifty : #holidaygiveway !

Assalamualaikum sisters :)

Tumben yah jam segini udah ngeblog hihihi :P. Jadi ceritanya, pagi ini aku lagi sortirin foto-foto liburan tahun baruan di Jogja kemarin. Rencananya pengen diupload di FB gitu deh :D. Nah buat sisters yang habis liburan kemaren-kemaren ini dan punya foto yang cute, boleh banget lho ikutan #holidaygiveaway nya onefifty . Ada hadiah 2 rok nabila bagi 2 orang yang beruntung ^-^ mau tau gimana caranya? sisters bisa baca disini . Yuk ah ikutan! ;)

Anywaaaay, sudah jalan-jalan ke album Nabila Maxi Skirt? ready stock lhoooo dan limited quantity. Kapan lagi punya rok superb unyu dengan affordable price? ;). Have a nice day sisters!.

Cheers
Titasya


Read More

Friday, January 11, 2013

One Fifty New Collection!

Assalamualaikum sisters ;)

Whoaaaa, sudah 2013, Happy New Year! :). Telat banget ya? hihi gapapa deh yang penting One Fifty gak telat untuk beritahu sisters kalau Januari ini One Fifty punya New Collection Ready stock lho, yaaay ξ\(⌒.⌒)/ξ ! . Say hello to Nabilla Maxi Skirt ! rok panjang yang dibuat dengan dua ukuran panjang ( 97 cm dan 107 cm ) dengan motif-motif unyu dan pastinya dengan kualitas jahitan rapih dan kain yang comfy banget dipakenya ^.^.

Semua ukuran harganya 99.900 kecuali motif songket harganya 109.900 ya sisters :) . Yuk ah kapan lagi ada rok-rok lucu dan bisa langsung dikirim kerumah sisters?. Mau order? sisters bisa sms ke 089650150150 yaa :). Sisters bisa pilih motif dan ukuran panjangnya \^^/. Ini dia pict Nabilla Maxi Skirtnya ....



Nabilla Maxi Skirt contoh dipakai. Cantik kan ;) . Prima (left) using Fancy Square motif and Tita (right) using Red Rose motif













Motif Red Rose




Motif Songket



Cheers! :D

P.s : Untuk pembelian minggu ini, sisters bisa dapat diskon jadi Nabilla Maxi Skirt bisa sisters beli seharga 89.900 dan 99.000 untuk motif songket. Hurry up! \^^/

Much Love
Prima and Titasya


Read More

Friday, January 4, 2013

Titasya Story : What i wear to Wedding Party

Assalamualaikum sisters :)

Kemarin aku habis dateng ke pernikahan sahabat baik dari SMU. Cerita lengkapnya, sisters bisa baca disini :) . Pernikahannya sederhana tapi begitu bermakna sisters :). Kemarin aku pakai Dress untuk koleksi onefifty terbaru. Wah kapan nih di publish? sabar ya sisters, akan kami beritahukan secepatnya ;). Well, i just can said : marriage is a one of amazing thing that happen in a people life. And our new collection will be next amazing thing in your day! #tsaaahh :D


i wear longdress from onefifty coming soon new collection. Sssst this dress very coolness and comfy! ;) 


Dress : onefifty . Wedges : Connexion . Blazer and hijab : unbranded


Love
Titasya


Read More

© I'm Fireworks!, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena