World Through my Words

Showing posts with label personal thought. Show all posts
Showing posts with label personal thought. Show all posts

Monday, March 6, 2017

[Startup Series] Jadi Ibu Merupakan Pelajaran Seumur Hidup

Beberapa tahun, saya di posisi staf yang notabene tanggungjawabnya berkutat pada tugas diri sendiri saja. Selesai ya pulang dan apapun yang terjadi di kantor saya tidak perlu tahu. Pokoknya waktunya gajian ya nerima transferan, ada perubahan aturan ya diikuti. Hingga tanpa direncanakan sebelumnya, mendapat amanah untuk menjalankan pekerjaan yang lebih besar daripada sebelumnya.

Menjadi team leader, langsung di bawah CEO yang artinya semua staf yang pekerjaannya berkorelasi dengan konten (sempat di Boombastis, lalu ke Selebupdate, lalu ke Travelingyuk) adalah tanggungjawab saya. Dari sinilah, perjalanan sebagai seorang ibu dimulai. Ternyata, memimpin dan membuat sistem saja tidak cukup. Butuh lebih dari sekadar mengkoordinasi dan manajemen.

Tentu saja lamaa sekali saya masih bodoh dan banyak salahnya. Marah dan emosi adalah teman akrab sehari-hari, sampai pada titik capek sendiri. Begini amat sih cari duit, itu yang ada di dalam pikiran. Akhirnya membangun tembok, malas-malasan berkomunikasi. Jika ada kondisi yang tidak sehat, mulanya memang dari diri sendiri.

Bertambah umur itu pasti, tapi menjadi dewasa adalah pilihan. Perlahan saya mulai melihat apa yang bisa dilakukan agar kondisi membaik dan meminimalisir hal-hal yang tidak enak. Pertama, anak-anak di kantor bukan musuh saya. Kami keluarga dan bekerjasama untuk membuat apa yang dikerjakan ini berhasil. Jika terkadang merasa sebal satu sama lain itu hal yang biasa. Namanya manusia, berbeda-beda satu dengan yang lainnya.

Kedua, belajar untuk lebih rileks dan profesional. Santai saja karena masalah tentu akan datang silih berganti, selama bisa dihadapi dan diselesaikan maka jika sudah ya sudah. Profesional, tidak perlu sungkan untuk berbicara dan diskusi. Jika memang ada yang butuh ditegur, sampaikan saja dengan bahasa yang santun. 

Ketiga, melihat anak-anak sebagai manusia seutuhnya. Sama seperti saya yang punya hidup di luar kantor, mereka juga kan? Bisa jadi di rumah ada beberapa masalah atau kemungkinan lainnya yang membuat sikap mereka berbeda atau pekerjaannya tidak sesuai harapan. Mesin saja bisa diperbaiki, apalagi manusia yang bisa berkomunikasi? Tidak perlu khawatir.

Mengayomi mereka, mengerti dan mengenal satu persatu dari individu ini. Watak dan sifatnya bermacam-macam, rupa-rupa juga problematikanya. Berusaha untuk memahami dan tidak terjebak dalam kondisi tidak mengenakkan, adalah pelajaran seumur hidup yang ternyata menyenangkan. Kondisi jadi lebih kondusif, mulai saling memahami posisi dan juga situasi.

Hari-hari jadi lebih terasa istimewa, hubungan antar personal juga membaik. Di kantor, mbak Tita adalah Ibu yang mendengarkan aneka cerita mereka, dan kesulitan yang mendera. Managing tim agar semuanya berjalan sebagaimana mestinya, agar apa yang yang direncanakan tercapai. Di luar, mbak Tita adalah manusia yang bisa diajak nonton atau ngobrol ringan, bahkan mungkin berteman. Ternyata mbak Tita juga suka jajan lalapan geprek yang pedas dan jajan cilok. No longer become stranger each others.

Sampai hari ini, belajar menjadi Ibu bagi anak-anak kantor tetap saya jalani. Kadang masih merasa lelah atau putus asa, tapi naik turun dalam dunia kerja itu biasa. Tidak apa-apa, justru di situ tantangannya bukan? Anak-anak belajar untuk mengerti saya, dan begitu juga sebaliknya. Dunia ini terlalu indah untuk dihabiskan dengan menggerutu dan tidak bahagia.

Tidak ada kata terlambat untuk belajar jadi lebih baik. Jika hari ini saya masih ada kekurangan, semoga besok sudah bisa diselesaikan. Begitu terus, keep moving! :)

Regards
Titasya
Read More

Saturday, January 14, 2017

[Contain Spoiler] Passengers: Cerita Tentang Bertahan

Note: Kalau belum nonton Passengers dan nggak mau kena spoiler tolong jangan dibaca ya postnya terimakasih :)

Akhir pekan kini jadi berwarna, kembali ke rutinitas nonton ke bioskop. Minggu lalu nonton Arrival dan kali ini, Passengers. Saya tipikal orang yang nggak baca preview or lihat trailer film dulu sebelum nonton. Lebih ke tebak-tebak manggis, let surprise around me during watching movie. Kalau nggak sampai 1 hari dan saya udah bikin blogpost tentang film yang baru selesai ditonton berarti memang mencuri hati banget!
Passengers bercerita tentang sebuah Perusahaan yang bikin bisnis memindahkan makhluk bumi ke planet lain. Perjalanannya memakan waktu 120 tahun, that's why penumpangnya dimasukkan ke dalam kapsul dan dibikin tidur selama perjalanan tersebut. Long story short, ada kerusakan yang membuat sistem di kapsul milik Jim Preston dan akhirnya cowok ganteng yang diperankan oleh Chris Pratt ini terbangun lebih cepat 90 tahun.



Panik luar biasa, Jim frustasi karena dia bakalan mati menua di dalam kapal. Saat melihat-lihat kapsul penumpang lainnya, dia melihat Aurora Lane yang cantik. Satu tahun penuh Jim menahan diri untuk nggak 'membangunkan' Aurora dari hibernasi buatan itu dan akhirnya ia goyah. Perempuan yang jadi penulis terkenal di Amerika itupun akhirnya ikut 'terjebak' hidup di kapal itu.

Dari sini, saya melihat banyak sisi menarik. Bagaimana paniknya Jim dan Aurora, mereka sampai 'gila' karena membayangkan akan mati sendiri di sana. Awalnya, Aurora nggak tahu bahwa Jim lah yang membuatnya berada di kondisi seperti sekarang. Mau tidak mau, dua penumpang ini belajar untuk menerima kenyataan. Bersenang-senang, mencoba menikmati hidup dan tentu saja, saling jatuh cinta.

Mengikuti perjalanan mereka hanya berdua ditemani robot bartender di kapal, mulai dari mengisi waktu hingga kencan. Dalam kehidupan nyata, kita pasti sering berada di situasi yang nggak diinginkan. Mau komplain terus? Tentu malah buang waktu dan tenaga. Mencoba menikmatinya, adalah solusi yang sederhana tapi bikin bahagia.

Ada banyak hal yang terjadi di luar kuasa kita. Seperti kapsul tidur yang rusak, atau jatuh cinta pada seseorang. Tapi kita bisa mengendalikan diri kita sendiri, seperti saat Aurora tahu bahwa Jimlah penyebab ia kini tak lagi dalam masa hibernasi.

Jim nggak memaksa Aurora untuk maafin dia, dan di situlah letak pengendalian diri manusia. Nggak memaksa orang lain untuk nurutin dia, atau setuju sama apa yang dia lakukan. Hal-hal kayak gini yang kita sering ngga sadar, melakukannya. Elo harus setuju sama gueee! Well, bukankah hak kita untuk memberi penjelasan dan hak mereka untuk menerimanya atau tidak?

Cerita bergulir, masalah di kapal semakin menjadi. Mau nggak mau, mereka harus bersatu agar tidak terjadi hal buruk. Masih dengan sakit hati yang tersisa, Aurora mau untuk mencari akar masalah tersebut bersama Jim. Hal yang berat dilakukan, tapi keadaan yang memaksa. Besar hati dan fokus pada mencari solusi, adalah moral of the story di bagian ini.

Memaafkan bukan perihal mudah, tapi move on tak pernah jadi langkah yang salah. Menghadapi kenyataan pahit, maju ke depan dan nggak menenggelamkan diri dalam kesedihan. Istilahnya, nasi sudah jadi bubur dan harus dimakan. Hambar, datar, tetap musti ditelan.

Tapi toh manusia adalah makhluk yang adaptif dan hatinya selembut kapas. Setelah melewati beberapa kesulitan, ia justru berjuang agar Jim tetap hidup. Saat montir ini terhempas di ruang hampa luar angkasa, Aurora melompat dan menyelamatkannya. Dengan sisa tenaga, ia menyeret Jim masuk ke ruang pengobatan dan berusaha agar pria yang menggores luka di hatinya itu tersadar dari koma.

Sejenak, jadi teringat tutur seorang teman. Carilah pasangan yang mau untuk 'saling' dengan kita. Saling cinta, saling mempertahankan, dan saling menggenggam. Semua tidak akan ada artinya, jika hanya satu orang yang saja yang berusaha, tapi lainnya tidak. Dua tokoh utama film Passengers ini membuktikan bahwa setelah melewati fase bermasalah, ada kesempatan untuk berubah.

Problema telah terlewati, sekarang ada kesempatan untuk salah satu kembali hibernasi. Berarti, yang lainnya akan kembali hidup sendiri, dalam sepi. Meninggalkan untuk kembali mencapai masa depan, ditinggalkan karena cinta berarti siap melepaskan. Tapi apa yang terjadi?

Tidak, tidak ada yang kembali melanjutkan tidur panjang. Rupanya, menerima realita dan mencintai apa yang dimiliki menjadi kekuatan besar. Hingga akhirnya keduanya tak bisa lagi melawan waktu dan menua, banyak kejutan yang dilakukan. Mulai dari membuat taman di dalam kapal, hingga merekam jejak mereka untuk diceritakan pada penumpang yang bangun tepat pada waktunya.

Terlepas dari film ini seperti Martian, Titanic, Gravity, Guardian of the Galaxy (kidding! :p) dan Interstellar diblender menjadi satu, benang merah ceritanya memang menarik. How to survive wherever we are, how to enjoying life however it is. I recommended this movie to watch, quite worth it!

You die, i die - Aurora

 


Read More

Tuesday, October 18, 2016

Cinta Itu...

Untuk orang seperti saya, cinta seperti kemewahan tersendiri yang saya kadang ragu akan eksistensinya. Mengingat hubungan terbaik seorang Titasya Anugraheni akhir-akhir ini adalah dengan seperangkat kasur bantal dan boneka, wajar jika menjalin asmara belum terbesit lagi dalam pikiran. Tapi diam-diam, saya menemukan cinta di banyak orang. Terlihat di mata, terasa di perhatian, dan terwujud dalam perbuatan. Di dalam otak, saya merangkum bahwa cinta itu...

Ketika suami sahabat saya, Aisyah Fitasari sedang tugas di Wonogiri. Mereka berdua tinggal di Jakarta, dan mau mudik lebaran. Pas banget hari tugas tersebut dekat dengan cuti bersama. Tapi Taqim tidak langsung pulang ke Pacitan (yang jaraknya cuma sejam dari Wonogiri!). Dia justru balik lagi ke Jakarta, menjemput sang istri. Kita tetap mudik bareng, aku temenin kamu menaklukkan arus pulang kampung, he said. Then they comeback home together, two days trip Jakarta-Pacitan. I call it, love :)
Saat pagi hari saya ke rumah teman, bertemu dengan Mbak Nie. Perempuan berhijab cantik ini ternyata mau ke Indomaret. Sayapun bertanya, mbak mau beli apa? Ia menjawab mau beli kopi untuk calon suaminya. "Didit itu nggak bisa minum kopi yang blablabla, dia cocoknya minum kopi merek ini," tuturnya. Iya, itu cinta :)
A photo posted by Nie (@just.nie) on

Saya dan Ani sudah berteman selama belasan tahun. Kondangan bisa dibilang quality time kami di masa kini. Ia biasanya meluangkan waktu untuk ngobrol dan ngafe dulu bareng sama saya setelah datang ke resepsi pernikahan. Padahal dia sudah punya dua anak dan semuanya balita. Tapi suaminya memberikan waktu dan kebebasan, gantian di rumah dan menjaga dua anak kecil itu. Ah, cinta memang penuh pengertian :")
A photo posted by Anydha Natassya (@anydha) on

Dua orang ini, dulu pas masih pacaran hobinya berantem trus baikan trus berantem lagi. Lucu-lucuan gitu kalau ngambek, trus abis itu ketawa-ketawa lagi. Dasar! Sekarang mereka long distance marriage. Jakarta-Pacitan bukan jarak yang dekat, tapi toh Jacob mengusahakan pulang tiap ada kesempatan. Kadang naik pesawat, sering juga pakai kereta. Road trip juga kadang-kadang. Demi bertemu Mita, dan menyenangkan istrinya itu agar tetap bahagia. Kamu kira libur dua hari dan dipakai perjalanan itu tidak melelahkan? Tapi namanya juga cinta, macet totalpun diterjang! ;)

Masih banyak cerita cinta lain yang bikin hati saya hangat. Karena ternyata, berjuang dan diperjuangkan itu bukan tentang kata-kata tapi lebih dari itu. Bagaimana kamu menjadi prioritas seseorang dan kamu juga memprioritaskan dia. Bukan hanya sekadar ucapan tapi juga tindakan. Love it's not a words to spelled, it's an act and proving.

Don't forget to fall in love, and loving as much as you can be <3 <3 <3
Read More

Wednesday, October 5, 2016

Quarter After One

"Kamu salah satu perempuan tangguh dan tahan banting yang pernah aku kenal."

Ia mengatakannya kepadaku beberapa kali, tanpa ada maksud memuji. Hanya mengungkapkan isi hati, dan rasa kagumnya saja. Namun perempuan yang menerima predikat itu, justru menangis sesenggukan tak kunjung reda, beberapa hari setelahnya.

"Aku capek, wajahku banyak wrinklenya. I don't want to run it anymore," - aku, dengan air mata berderai mengucur tak henti-henti.

Tanpa berkata, ia menggenggam tanganku dan menghapus bulir-bulir air mata yang membasahi pipi penuh jerawat ini. Berusaha menenangkanku, ia mengajak makan di warung ayam penyet favorit kami.

"Kalau kamu sudah tidak ingin, kamu bisa berhenti. Kamu masih punya pilihan," tuturnya sambil sesekali menyeka air mata yang entah kenapa tak berhenti mengalir setelah beberapa lama.

Aku masih terisak, tak tau lagi harus berkata apa. Otakku sudah keruh, butuh waktu untuk bisa kembali berpikir jernih seperti sedia kala. Aku hanya bisa menangis dan menangis, low point.

Hingga akhirnya aku pulang dan pagi harinya, menyadari satu hal. Di jam-jam orang sedang terlelap tidur, dia ada untuk memegangku agar tak jatuh di jurang kesedihan paling dalam. Dia berusaha memberikan opini dan solusi, dan yang terpenting adalah jemarinya menyapu air mataku hingga berkali-kali. Meski aku di keadaan seburuk itu, dia tak mengubah pandangannya mengenai aku yang tangguh dan tahan banting.

Ternyata menurutnya, aku sedang lelah dan berada di titik batas tertinggi. Sehingga semuanya meledak bersamaan, memporak-porandakan duniaku pada hari itu. Yang paling membuatku tak menyangka adalah, dia memaksaku makan karena tau berjam-jam sebelumnya aku tak mendapat asupan apapun.

Terimakasih, sudah menghapus air mata di tengah malam yang dingin. Melihatku dari balik gerbang kosan sampai aku tak terlihat dari pandangan. Memastikan aku tidur dan istirahat, terlepas dari penat. Jemari dan pandangan mata teduh itu, adalah alasan kenapa aku masih bisa tersenyum, sampai hari ini.
Read More

Monday, October 3, 2016

Cerita di Balik Goresan di Tangannya

Mungkin kamu pernah sekilas melihatnya saat ia tak memakai baju berlengan panjang. Ada beberapa goresan luka di tangan, jemari dan telapaknya. Meski tak terlalu kentara, tapi menyimpan cerita di setiap bekasnya.

Luka berbentuk bulatan kecil berwarna kemerahan di ujung telunjuknya itu, tercipta saat ia tertusuk jarum kala memasang kancing kemejamu yang terlepas. Waktu itu sudah larut malam, dan kamu berkata akan memakainya esok hari. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, diambilnya peralatan menjahit sederhana kemudian dengan kemampuan seadanya, berusaha menyelesaikan masalah yang ada.

Matanya sudah hampir tak mampu terbuka, tapi kancing itu tak kunjung usai terpasang juga. Akhirnya terjadilah, jarum menusuk ujung jarinya meski tak dalam tapi cukup membuatnya berdarah beberapa tetes. Ia tak mengeluh, menyapu cairan merah itu dengan tissue dan melanjutkan pekerjaannya.

Beranjak dari situ, ada goresan memanjang berwarna kecoklatan di pergelangan tangannya. Meski sehari-hari tertutup jam tangan serta gelang, namun terlihat mencolok di antara warna kulitnya yang putih merona. Ternyata, itu adalah 'kenang-kenangan' dari wajan panas yang tak sengaja ia senggol saat memasak di dapur.

Ia tahu bahwa kamu tak doyan makan jika bukan masakannya. Bangun sejak pagi, perempuan yang rambutnya kerap dikucir agar tak gerah itu berkutat di dapur. Memotong sayuran, mengupas bawang. Menggoreng ayam favoritmu, dan karena sedikit tak berhati-hati, tangannya terkena pinggiran wajan yang panasnya luar biasa.

Tak ada keluhan, ia mengambil pasta gigi di kamar mandi dan mengolesnya ke luka yang melepuh itu. Kemudian melanjutkan memasak seperti tak terjadi apa-apa, kemudian membangunkanmu untuk mandi dan bersiap kerja.

Satu yang terakhir, adalah luka seperti cengkok kecil di telapak tangannya. Membekas, tak bisa sembuh hanya dengan obat biasa. Mungkin kamu lupa, tapi itu adalah luka yang berawal dari usahanya membantumu membetulkan lampu yang mati di rumah.

Ketika kamu memanjat tangga, ia memegangi dari bawah. Tapi kejadian tak mengenakkan tiba-tiba saja datang. Obeng yang kamu pegang jatuh, mengenai tangannya. Lukanya menganga, hingga daging di balik kulitnya terlihat. Ia menangis menahan sakit, dan setelah segala obat yang dioleskan, hanya bisa menutup luka, tak bisa menghilangkan bekasnya.

Tangannya memang tak semulus artis Korea. Tapi tangan itu yang menyulap bahan makanan menjadi sepiring masakan lezat yang setiap hari kamu rindukan. Dua tangan itu yang memelukmu saat kamu merasa lelah luar biasa, sepulang bekerja. Dan tangan itu, yang selalu terbuka untukmu kapan saja, susah ataupun senang, suka ataupun duka.

Meski goresan-goresan itu membekas selamanya, tapi cerita di baliknya membuatmu tersadar bahwa: hanya cintanya kepadamu yang membuatnya tahan dengan segala perih saat luka-luka itu menyergapnya.


A photo posted by Davy Linggar Photography (@davylinggarphotography) on
Read More

Saturday, October 1, 2016

Ketika Ada yang Menetes dari Pelupuk Matanya

Sosok dengan wajah sederhana dan baju tak terlalu banyak gaya itu, adalah perempuan yang kamu lihat dan membuatmu jatuh cinta. Pada senyum lepasnya, pada candaan renyah yang ia lontarkan, dan pada tatapan mata penuh ketulusan saat memandangmu. Ketika ada keputusan besar yang kamu ambil, yaitu menjadikan dia teman hidup, sesungguhnya perjalanan ke depanlah yang jauh lebih berat.

Ketika mulai muncul percik-percik permasalahan. Selisih paham dan mungkin saja, berakhir dengan pertengkaran. Baik kamu dan dia sama-sama di titik didih, kata demi kata tajam menghujam meninggalkan perih. Entah siapa yang salah, yang pasti hari itu berakhir dengan amarah.

Tapi tahukah kamu, saat ia mendengar suara keras dan bentakanmu, hatinya luruh dan jatuh ke dasar kesedihan terdalam. Pecah berkeping-keping, bersama dengan hancurnya sisa-sisa waktu di hari itu. Ia memilih diam, tak berani lagi beradu argumen denganmu. Karena ia tahu, api bertemu api hanya akan menghasilkan abu.

Saat kamu marah luar biasa dan mendiamkannya, ia memilih tak mengeluarkan sepatah kata. Mencoba menghindari menyiram minyak ke dalam kobaran api, berdoa semoga kamu segera tenang dan terkendali. Hari-hari berikutnya dilalui dengan seperti dua orang asing terjebak dalam satu rumah, tak bertegur sapa apalagi bercengkrama.

Perempuan yang kamu minta dari Ayahnya untuk kamu jaga dan bahagiakan selamanya itu, tetap bangun pagi seperti biasa. Menyiapkan sarapan dan menyiapkan bajumu, dalam diam sembari berharap hatimu sudah luluh dan mengajaknya bicara. Tapi ternyata tidak, tatapan matamu tetap seperti melihat musuh saat memandangnya.

Ia tahu bahwa mungkin dirinyalah penyebab semua kekacauan ini terjadi. Berusaha sekeras tenaga, memperbaiki semuanya. Tapi apa daya, hatimu terkadang sekeras batu. Segores kecil kesalahan yang dibuatnya, membuatmu jadi kaku tak bisa dikompromi lagi.

Jika sudah tak menemukan alasan untuk memaafkannya, maka ingat-ingatlah lagi apa yang membuatmu jatuh cinta kepadanya. Betapa indahnya saat hatimu berdegup kencang ketika menunggu jawaban iya darinya. Saat kamu merindukan untuk bertemu dan memeluknya saat jarak sedang memisahkan kalian berdua. Ketika kamu mendekapnya dalam tidur, dan merasa ia adalah tempatmu bersandar dan mencari ketenangan paling hakiki di dunia.

Saat ada buliran air mata menetes dari matanya, itu bukan berarti separuh hatimu adalah orang yang lemah. Namun ia takut kehilanganmu, dan takut menyakitimu lebih dari ini. Terisak dengan suara tertahan, perempuan cantik yang kamu belai rambutnya dan kecup keningnya itu tak bisa lagi membendung kesedihan. Dia bisa apa? Segala upaya telah dilakukan bukan?

Semua orang bisa membuat kesalahan, tapi tidak semua orang pantas dilepaskan hanya karena hal tersebut. Salah satunya, teman hidupmu. Selama ia masih berniat baik meneruskan perjalanan bersamamu, dan meminta maaf meskipun lirih, hargailah. Kamu boleh marah, tapi sekali lagi tolong tatap matanya.

Mata itu, yang menyimpan cinta tak terhitung banyaknya untukmu. Dua bola mata berwarna kecoklatan itu yang terjaga di malam hari saat kamu sakit dan tak bisa tidur karena menggigil. Indera penglihatan itu yang selalu menemukan di mana barang-barangmu berada, kala kamu kesulitan mencarinya. Dan mata itu, yang selalu bisa membuatmu menjadi lelaki paling beruntung di dunia.

Ketika ada yang menetes dari pelupuk matanya, hapuslah segera. Jangan biarkan wajahnya sembab dan hidupnya layu, karena bertengkar denganmu. Dia adalah perempuan yang menyerahkan hidupnya untuk kamu nahkodai, dan mengabdikan waktunya untuk membahagiakanmu.




Kalau berantem sama pasangan, jangan lama-lama ya...hidup ini terlalu indah jika untuk dihabiskan bersama amarah.
Read More

Sunday, September 25, 2016

Someday

Ada tangan yang tak akan melepaskan genggamannya dari jemarimu, ada pundak yang tak akan beranjak untuk jadi sandaran hidupmu.

Bulan lalu, Mbak Prima datang ke Malang dan menghabiskan waktu bersama saya. Kami ngobrol panjang lebar, mengenai banyak hal. Salah satu highlight yang membuat kami tertawa lalu menitikkan air mata terharu adalah pada poin the right one. Ia mengatakan bahwa beberapa waktu lalu sempat menangis karena lelah.

"Sya, aku tuh kadang ngerasa capekkk banget. Kerja, tesis, handle urusan logistik rumah. Waktu 24 jam rasanya nggak pernah cukup. Aku nangis karena sampai hari ini, aku belum ketemu orang yang bisa aku ajak berjuang bareng..."

I feel her, literally. Both of us, berusaha sekuat tenaga agar tetap bisa selesai kuliah dan bekerja sampai dobel-dobel almost all the time. A glimpse of me, sejak semester 3 saya udah kerja part time mulai dari jualan pulsa sampai ngelesi anak SD. Bahkan hari ini saya sidang skrispsi, pulangnya langsung ngantor sampai malam. Sempet juga punya 5 murid les dengan alamat rumah yang berbeda-beda, bisa dibayangkan kayak gimana hidup ini berjalan sehari-hari. A glimpse of her, Mba Prima bisa dibilang salah satu tulang punggung keluarga. Hidupnya tak lepas dari berbagai tanggungjawab, yang membuatnya kadang tak bisa tidur cukup atau sekadar istirahat.

Maka bukan hal yang aneh jika kami ingin bersama laki-laki yang kuat bertarung melawan kerasnya kehidupan, bergandengan tangan bersama pasangan. Masalahnya adalah, kami ternyata lebih sering bertemu dengan pria yang justru menambah masalah dalam kehidupan kami. Entah kurang dewasa, atau menye kebanyakan drama.

Untuk menghibur dan menguatkan Mba Prima -sekaligus memberikan motivasi bagi diri saya sendiri- , terucaplah rangkaian kata yang penuh makna. Dengan nada positif dan penuh semangat, saya mengucapkannya:

Mba, aku doakan suatu hari Mba Prima bertemu dengan laki-laki yang tangguh dan soleh. Menyayangi Mba Prima dan mengerti betapa berat hidup Mba selama ini. Dia yang akan menjemput Mba sepulang dari bekerja, membawakan setangkup roti bakar dan sekotak susu cokelat. Karena dia tau, Mba capek seharian berkutat dengan deadline. Dia akan membiarkan Mba Prima tidur di dalam mobil, dan sepenuh hati membantu meringankan tanggungjawab Mba Prima...
Dalam kacamata saya, cinta adalah tentang penerimaan dan pengertian. Bayangkan, ada dua orang yang lahir di rumah yang berbeda, besar dan hidup dengan cara yang tak sama pula. Kemudian tiba-tiba bersatu, tinggal dalam satu atap. Bisa dibayangkan betapa banyak hal yang perlu disesuaikan?

Cinta, membuat saya bisa memahami seseorang dan menerimanya utuh dengan segala kurang lebihnya. Cinta, mendorong saya untuk memperbaiki diri agar hidup berjalan ke arah yang lebih baik lagi. Cinta, yang akan mengikat saya dan the right one untuk bersama berjalan dan berlari meski banyak kerikil dan rintangan menghampiri. Dan cinta, yang akan membuat dua orang insan manusia tetap lekat, meski ombak-ombak besar menerpa tanpa jeda.

Untuk semua teman-teman yang sedang menunggu the right one nya, saya doakan yang terbaik ya. Menemukan dia yang mengisi sela-sela jemarimu, menghapus air mata dan peluhmu. Ketika kita menjadi orang baik, maka cermin akan memantulkan sosok yang baik pula inshaAllah.

Semoga Mba Prima, segera menemukan detak untuk jantungnya, jawaban dari segala doanya, dan teman untuk menjalani hidupnya...

Karena cinta selalu sederhana, mengalir jernih seperti air dan hangat seperti cahaya.

Read More

Monday, April 25, 2016

This is Just the Way i Always Wanna Feel...

We rarely spend time together. Kalau nggak aku yang pergi pagi pulang pagi karena banyak kerjaan, ya kamu yang lembur ga abis-abis. Yaudah gapapa, biaya hidup emang mahal kok :D

Tapi saat kita berdua punya waktu luang, menghabiskannya denganmu adalah hari yang menyenangkan dalam hidupku. As always, mendengarkan kamu bercerita atau berbagi bercandaan nggak pernah jadi membosankan. It's just...you know, sesuatu yang ngga akan aku bisa beli dan cuma bisa aku dapetin kalo pas sama kamu :)




Kita sama aja sih sebenernya, kalau lagi suka sesuatu pasti itu terus deh yang dibeli. Kali ini ada yang ngeyel pengen makan Mie Aceh lagi. Udah keliling ke tiga restonya tapi tutup semua. Yowes nyerah, tapi tetep temanya makan mie, mie ayam. Dua mangkuk, really, C? Belum makan dari taun kemarin ya :)))

Abis makan mie ayam, galau mau ke mana. Ngopi kok masih sore banget,mau balik kan baru pergi belum juga sejam :( Akhirnya mampir kantor, sidak anak-anak yang shift minggu :p Eh malah bablas ngobrol-ngobrol dan...ya apalagi kalo nggak selfie hahaha. Astaga betapa aku pengen waktu berhenti pada saat aku menghabiskannya sama kamu, serius!

Kelar dari kantor, kamu pengen es krim. Apa sih yang nggak buat kamu, C? Dua scoop gelato dengan rasa yang kamu pilih sendiri, mewarnai sore santai sambil menikmati sepoi angin dan matahari tenggelam.

"Enak?" Tanyaku melihatmu menyendoki es krim dengan wajah riang.

"Enak sih, di Gili Trawangan ada es krim yang enak juga," jawabmu.




Iya deh yang abis jalan-jalan keliling Indonesia, beli es krim aja sampe ke Gili Trawangan hahaha. Yaudah deh, ngobrol lagi masalah drone orang Indonesia dibanting sama bule di Alila Seminyak. Well, aku senang kita punya jiwa superior yang ga akan mau ngalah sama siapapun. Soalnya sama-sama mau nonjok itu bule kalo kita ada di posisi pemilik drone LOL.

Tapi segala hal yang menyenangkan selalu punya akhir, dan aku kembali melepasmu pulang, untuk bertemu lagi entah kapan. Kapan-kapan kalo sama-sama udah cukup tidur ya :p. Thankyou, C. Sudah membuatku bahagia luar biasa. This is Just the Way i Always Wanna Feel...
Read More

Saturday, February 20, 2016

Karena Kita Tidak Memakai Sepatu yang Sama

Suatu sore hari yang cerah, saya dan mama lagi ngobrol-ngobrol absurd sambil bikin risol bihun di dapur. Nggak ngobrol juga sih, tapi lebih sayanya ngomel-ngomel :))) Pembicaraannya? Mengenai hati ini dengan status Facebook teman-teman yang in my opinion it's so innapropriate.

"Ma, heran deh kenapa sih zaman sekarang ini nyusuin anaknya sampe 6 bulan aja bangga bener dipamer-pamerin ke Facebook? Masakin anaknya buat MPASI udah berasa derajatnya lebih tinggi daripada yang ngasih bubur SUN ke bayinya. Belom lagi ibu bekerja vs tidak bekera. Udah gitu saling judge, yang ibu rumah tangga berasa paling bener, yang ibu bekerja berasa dibully abis-abisan. Kenapa hal-hal yang intinya adalah urusan pribadi masing-masing jadi dikompetisikan sih?"

Padahal yang ngomong begini, boro-boro kasih ASI eksklusif, pacar aja gapunya LOL. Trus mama sambil bikin kulit risol, ngejawab dengan analogi yang mudah saya pahami.

"Zaman mama dulu mana mama peduli anaknya tetangga sebelah disusuin ibunya atau disusuin susu SGM. Pun orang laen juga gamau tau kamu disuapin pure pisang atau nasi soto hahaha. Ya gitulah kak namanya juga sekarang ada internet, update status. Mungkin juga sekarang semua orang pengen diakui kalo dia begini dan begitu. Ya biarkan saja kak."

Saya sadar bener bahwa saya ga bisa dan ga punya hak untuk mengatur orang lain untuk update status apa. Facebook dia, suka-suka dia dong mau nulis apa di sana. Cuma yang saya risih, kalau ada satu orang yang bisa kasih ASI eksklusif yasudah seharusnya kan tidak perlu mencela yang kasih susu formula ke bayinya kan?

Mas Ihsan pernah bilang, manusia cenderung memandang orang lain itu sama dengan dirinya sendiri. Dan itu berkaitan erat dengan kompetisi buibu zaman sekarang. Memandang rendah orang lain juga hal biasa, bedanya dulu cuma dari mulut ke mulut alias bergosip dan sekarang dari status ke status sosmed. Ga satu dua kali saya menemukan postingan ASI VS Sufor lah ibu bekerja VS ibu di rumah lah, dan masih banyak lagi.

Kenapa sih saya fokus banget sama permasalahan di atas? Karena itu fatal banget menurut saya. Alasan saya bekerja dan alasan perempuan lain bekerja tentu berbeda. Alasan si itu di rumah dan si inu di rumah juga berbeda. Tidak bisa ditarik garis paten bahwa ibu bekerja = ga sayang anak dan ibu di rumah = sayang anak. Atau sebaliknya, ibu bekerja = pinter dan mandiri, ibu di rumah = gantungin hidup sama suami.

We never know what happen behind their door. Keputusan mereka untuk kasih asi atau sufor, lalala yeyeye itu hak pribadi masing-masing. Tidak bisa kita memaksa heh anak gue nih gue kasih asi lo tega bener anak lo dikasih sufor. Atau heh bego punya ijasah malah momong di rumah, kayak gue ini lho kece badai jadi menejer di kantor.

Bahasa paling cueknya, suka-suka mereka sih. Anak mereka, hidup mereka, rumah tangga mereka. Kenapa harus kita yang ribet? Jujur banget saya ngerasa kasihan sama ibu-ibu yang jadi berasa inferior karena dia tidak sesempurna orang-orang yang ngehujat-hujat keputusan mereka. Yang ibu bekerja jadi minder, yang ibu rumah tangga jadi ga pede, ga ada yang menang di persaingan ini.

Kata Kiki Barkiah, tidak perlu mengurusi ladang surga orang lain. Menurut saya itu benar, mari hargai keputusan orang lain dan tidak perlu mencampuri hidup mereka. Kamu nyusuin anakmu sampai 2tahun? Good! Kamu kasih sufor dan bubur sun ke anakmu? Good! Kamu rela ga kerja agar bisa momong anak? Good! Kamu jungkir balik ngatur waktu agar bisa pulang kerja on time biar si anak tetap terurus? Good!

Kita tidak memakai sepatu yang sama, kita tidak hidup di keadaan yang sama. Hanya yang melakoni yang tau pasti apa yang terbaik untuk hidupnya. Sayang banget kalau sampai pertemanan jadi berantakan karena perdebatan hal-hal yang bersifat hak masing-masing kayak gitu :)
Read More

Monday, January 18, 2016

Would you Build Paradise on Earth With Me?

Hello :)

Untuk kamu yang suatu hari nanti bakalan menghabiskan sisanya hidupnya bersamaku. First clue: kamu kudu sabar sama aku yang suka nangis dan marah kalo laper hahahah XD Baru juga paragraf pembuka, udah ketauan banget jeleknya LOL.

FYI, mungkin kita belum pernah kenal sebelumnya. Atau ternyata kita pernah ketemu di jalan, tapi berlalu gitu aja. You will be the biggest surprise in my life, and i wait it in patience. Dari sini, aku boleh ya panggil kamu partner?

Kenapa partner? Kenapa bukan sayang? #eaaaa #lebay. Because i want you to be my best partner in my life. Kita akan jadi team yang tangguh, pengendali elemen-elemen kehidupan yang bakalan bergiliran datang. We will stand up together, holding hand and survive in any condition and situation.

Semoga, aku bisa jadi teman hidup yang bisa menjawab dan menjadi tempatmu berkeluh kesah. Agar kamu nggak perlu lagi mencari 'pencerahan' di luar rumah, karena aku bisa menjadi sparing partner untukmu. I hope so, you do the same for me.

Nanti, di rumah kecil kita dipasangin ayunan ya di halaman belakangnya. Jadi kalau menjelang senja atau malam hari, kita berdua bisa berayun di sana, sambil bertukar cerita. Ditemani dengan jingga awan dan langit atau kemerlip bintang, pasti indah luar biasa. Atau kamu ingin punya kamar dengan atap yang dimodifikasi seperti ada jendelanya, lalu sembari berbaring, kita bercengkrama?

Khayalanku setinggi itu, karena aku tahu bahwa beban hidup itu melelahkan. Jika kita tidak menciptakan surga di rumah atau dalam hubungan kita, lalu apa yang membuat kita kuat dan bertahan?

Inginku sederhana: sepenat apapun pikiran kita, namun kita tetap punya waktu untuk istirahat dengan nyaman dan melepas semua beban walau hanya sementara. Saat bangun tidur, aku dan kamu punya semangat lagi, untuk menghadapi hari.

Jika nanti kamu memintaku untuk di rumah saja merawat keluarga, aku akan melakukannya dengan senang hati. Namun jika kamu ingin aku membantumu mencari nafkah, aku juga akan melakukannya dengan penuh keihklasan. Apapun yang terbaik, hanya kita yang tau bukan?

That's why, i called it: would you build paradise on earth with me? Surga kita, di mana hanya aku dan kamu yang mengerti bagaimana cara membangunnya. Didirikan di atas tanah penuh cinta, kokoh karena pondasi saling percaya dan menguatkan, berwarna karena tawa dan canda. Penuh dengan kenangan indah yang kita ciptakan setiap hari, membuat kita sadar bahwa kita bersatu adalah hal terbaik yang pernah terjadi.

Mungkin kamu akan geleng kepala melihatku suka nyanyi-nyanyi sendiri kalau mendengar lagu-lagu yang aku suka. Atau gaya berpakaianku yang kadang aneh tapi nyata. But trust me, your happiness is my priority! My happiness as simple as your smile, partner.

Di sela kesibukanku bekerja, mungkin aku nggak sempat masak yang fancy dan seru kayak di televisi. But i will try to serve the best meal for you, walau kadang rasanya ngaco maksimal. Gapapa ya, yang penting ga mengandung racun sianida :")

Nanti, kita saling bantu urusan logistik rumah tangga ya. Aku yang nyuci (pake mesin cuci) dan kamu yang setrika misalnya. Aw, mau banget kalo gitu sih #mauenaknyaaja :))) . Kidding! Udah masalah itu kita bahas nanti aja kalo udah mutusin kapan mau akad nikah aja yhaaa #eaaa

Kalau kita punya keterbatasan waktu atau dana untuk bersenang-senang, jangan khawatir! Sesederhana main gitar sambil nyanyi-nyanyi cempreng, atau nonton film hasil download an aja udah menyenangkan kok. Pokoknya, kita saling mencintai aja udah bikin aku bahagia :") #gombalkesekiankalinya

Terimakasih sudah mau jadi partner dari perempuan absurd yang gapunya kelebihan apa-apa ini. Bisaku cuma satu: membahagiakan kamu. So, when you will come and share the joy of life with me?
Read More

Wednesday, November 25, 2015

Setelah 25 Tahun

I am not kinda daddy little girl, literally. Saya terbiasa hidup jauh dari papa saya, membuat bonding kami nggak begitu kuat dan erat. We just share the same roof for a few years and separate again, just like that.

Saya nggak pernah meminta bantuan pada papa saya kecuali di saat yang sangat terdesak. Even ketilang polisi, dompet saya hilang atau apapun yang saya bisa handle sendiri, i will do it by myself. Because i never know how to ask some help to him.

But i always call him when i feel afraid or fear to face something. Papa saya seperti pegadaian, menyelesaikan masalah tanpa masalah. Sometimes he ask why i never let him help when i have some problems. Padahal papa saya dengan senang hati bakalan membantu.

Tahun ini, saya menangis di hadapannya (atau di telepon), dua kali. Yang pertama, saat saya merasa kecewa dan sakit hati luar biasa akibat diperlakukan dengan sangat tidak layak orang seseorang. Saya menangis karena jengkel dan merasa ingin menampar orang itu saat itu juga.

Papa saya turun tangan, dia nggak marah sama saya atau apa. Papa saya bilang "Papa diam karena takut mencampuri urusanmu dan salah. Kalau sekarang kamu sudah cerita semuanya, Papa selesaikan."

Just like that, dan Papa memberikan iPad saya pada saya.

"Udah nggak usah nangis, ini main game aja biar nggak sumpek trus tidur."

Papa saya tahu saya kerap main game di iPad, padahal dia nggak pernah nanya saya ngapain suka pegang iPad sampe berjam-jam. Papa tahu saya suka main game apa, padahal saya nggak pernah cerita.

Then today. Saya merasa takut, sangat takut. Rasanya nggak aman dan terancam. Then i call him, and we talked. Saya nangis, dan Papa menjawab dengan tenang dan mencoba menenangkan saya.

Again, he solved my problem. Saya nggak pernah nangis kalau hanya masalah kehabisan uang atau bahkan kecelakaan sekalipun. So when i cried, he knew if i have big trouble.

He give me some advice and checking my condition. Saya nggak tahu harus mengandalkan siapa, selain orangtua saya. Dan i know i always can count on them.

After 25 years, i just realized something. Nggak ada yang selalu berdiri di depan saya seperti apapun keadaannya, selain orangtua saya sendiri. Nggak ada yang bisa jadi tempat saya pulang, selain mereka. Dan nggak ada yang bisa mengerti saya, melampaui papa mama saya.

And close this thought, i will share one story when i asked my mom about silly question.

"Ma, kalau ternyata dulu pas bayi aku tuh ketuker. Jadi aku ini bukan anak mama sama papa tapi anak orang lain, gimana? Mama mau nuker aku sama anak mama atau tetap pertahanin aku?"

"Yakali barang bisa dituker-tuker seenaknya kak. Nggak lah kak, kan kakak yang selama ini sudah mama rawat dan mama sayangi sepenuh hati. Kalau anak mama sudah dirawat dengan baik sama orangtua yang sama dia selama ini, yaudah. Nggak perlu ada yang berubah. Kecuali anak mama hidupnya nggak enak, mau mama boyong aja ke sini tapi mama nggak akan menukar kamu dengan siapapun. Karena rasa cinta tidak hanya tentang siapa yang melahirkan dan dilahirkan kak."

I dont know what should i say but i know, everything is okay, whatever happen. :)

Read More

Wednesday, September 2, 2015

Burn the Book

Banyak orang yang bilang bahwa masa lalu biarlah berlalu. Tutup bukunya dan melangkah maju. But i said, let's burn the book.

Karena hanya menutup buku saja kadang tidak cukup. Manusia tetap manusia penuh emosi yang kerap tergoda untuk melukai dirinya sendiri. Buku yang ditutup bisa saja tanpa sengaja terbuka lagi -atau memang sengaja dibuka kembali-.

What happened in past stay in past, easy to say but hard to do. For some people, moving on is just take one step forward. But for another, it mean living with broken heart and loneliness.

So when you burn the book, you force yourself to stop thinking about possibility to back to past. Your life will more peaceful though your heart will hurt for a long time.

Hati punya cara untuk menyembuhkan lukanya, manusia selalu akan berubah sesuai dengan masanya. Masih banyak buku-buku baru menanti untuk dibaca, jangan pernah takut untuk mencoba hal baru dalam hidupmu.

Are you ready to burn the book?


Read More

Thursday, April 16, 2015

We Have Nothing


:)
Satu hal yang jarang sekali saya sadari dan sangat susah saya terima adalah konsep di atas. Diri ini masih sering meratapi segala hal yang tidak lagi dimiliki. Belum lagi jika tidak bisa meraih sesuatu, rasanya nyesek banget...

Padahal faktanya...
We have nothing. Manusia tidak memiliki apapun karena semuanya titipan Tuhan. Keluarga, rezeki, pasangan, anak bahkan tas branded dan handphone keluaran terbaru. Nyawa kitapun 'hanya' titipan dari Yang Maha Kuasa. Masih mau egois?

Kemarin saya lagi nge gym, trus di TV yang ada di sana ada lagunya BCL yang judulnya 'Kuasamu'. Saya udah sering denger sih secara dulu ngikutin sinetron CHSI hahahha :D tapi nggak gitu merhatiin lagunya.

Nah kemarin kebetulan di gym lagi latihan kaki, dalam posisi duduk gitu. Agak nyantai, trus lagu ini berasa merasuk dalam banget...

Believe or not, handuk yang saya siapkan buat menyeka keringat malah jadi basah karena...air mata ahhahaha. Nggak banget ya, nangis saat ngegym? *tabokindirisendiri*

Liriknya itu lho...rasanya nyesss. Tuhan maha kuasa, saya bukanlah apa-apa tanpaNya. Hanya pada Tuhan saya bisa bersimpuh memasrahkan semua yang terjadi dalam hidup. Entah pahit manis entah susah senang, semuanya adalah takdir dari sang pencipta. Ia selalu memiliki rahasia di balik setiap garis yang diberikan pada umatNya.

I'm not kinda person who display my relationship to God. Except pakai hijab sih. Saya nggak pernah bicara kalo saya lagi begini ibadah begitu sama orang lain kecuali ditanyain misal kok nggak ikutan ngumpul? Trus saya pas ada pengajian rutin gitu baru ngomong. Kalo nggak ya diem aja.

Tapi kali ini saya mau berbagi sedikit mengenai bagaimana saya akhirnya menyadari bahwa segala hal adalah titipan Nya. Ya itu tadi, berawal dari ngegym tadi. Kebetulan beberapa bulan ini ada beberapa masalah yang besar dalam hidup saya, sehingga kadang bikin down. Tapi sebagai seorang perempuan dewasa, masalah tuh ya diberesin, bukan malah ditweet... #eh :D

Saya pulang, mandi dan sholat. Saya sujud lamaaaa banget. Nangis lagi, mungkin selama ini sujud saya kurang dalam, ibadah saya kurang banyak, rasa syukur saya masih sedikit sehingga kalo ada masalah belom bisa tenang 100% dan masih suka galau.

Saya berdoa, "Ya Allah maafkan hamba Mu jika selama ini masih berpikir segala hal adalah milik saya sendiri. Saya masih suka ngeyel sama jalan hidup dan kurang bersyukur. Ya Allah semuanya milikMu, saya akan berusaha untuk lebih ikhlas dan tegar dalam menghadapi segala masalah dan kehilangan yang terjadi selama ini."

Abis itu sujud lagi, 'meredam' gejolak dalam hati dan otak. Nangis lagi sampai habis air mata. Saya bukannya nangis karena sedih atau apa, tapi karena saya merasa bodoh selama ini ilmu ikhlasnya masih rendah sekali dan akhirnya jadi beban di hati. Saya berusaha untuk melepaskan semua hal yang membuat hidup ini berat.

Nggak ada kata telat dalam menemukan kedamaian hidup. Nggak ada yang namanya terlambat untuk mendekatkan diri sama Tuhan. Tuhan nggak pernah ke mana-mana, kitanya aja yang suka lupa... #jleb.

Dear God, i will do my best, for sure :)
Read More

Tuesday, April 14, 2015

[Beautips] Menghargai Diri Sendiri Bisa Bikin Makin Cantik Lho! Nggak Percaya?

The beauty of a woman is not in a facial mode but the true beauty in a woman is reflected in her soul. It is the caring that she lovingly gives the passion that she shows. The beauty of a woman grows with the passing years.
-Audrey Hepburn-


Hi girls <3 <3

Maafkan hampir nggak pernah bikin blogpost yang berhubungan dengan review. Soalnya akhir-akhir ini nggak sempat fotoin produk hiks *pukpukdirisendiri*. Tapi ada efek positifnya nih, aku jadi rajin baca-baca artikel mengenai kecantikan dari segi yang lain. Cantik dan mempesona nggak hanya dari pulasan make up dan juga skincare berharga jutaan loh.

Pernah nggak sih ladies kamu merasa udah dandan udah merawat diri sampai abis duit tapi kok begini-begini aja ya? Mungkin, kamu belum belajar menghargai diri sendiri. Eh, apa tuh maksudnya?

Jadi gini, namanya cewek ya pasti hobi sekali bercermin dan melihat dirinya sendiri. Trus muncullah berbagai pernyataan yang akhirnya menekan diri sendiri.

"Aku kok pahanya gede amat?"

"Duh bekas jerawat kok nggak ilang ilang sih?"

"Rambutku kok kayak sebagus punya Karlie Kloss sih potongannya?"

Dan lain sebagainya, sampai akhirnya minder sendiri dan aura cantiknya jadi hilang. Trus abis itu lihat Meghan Trainor, dianya tuh badannya berisi, kok pede amat pake baju warna pastel? pake rok ala girlband Korea dan tetap terlihat keren?

Tak lain tak bukan adalah...karena Meghan percaya diri. Yakinlah mau pakai baju rancangan rumah mode Chanel kalau kitanya nggak pede yah bakalan jatohnya biasa aja atau bahkan kelihatan jelek.

Menghargai diri sendiri itu penting gaes. Manusia pasti punya kekurangan, entah kelebihan berat badan entah bekas jerawatnya banyak entah di kaki ada bekas luka dan masih banyak lagi. Tapi kalau kita percaya diri, toh itu bukanlah hal memalukan bukan? Niscaya minus dari diri kita nggak akan terlalu terlihat.

Karena orang-orang akan melihat betapa glowingnya kita. Dengan kita bangga dan menghargai apa yg ada dalam diri kita, maka aura positif juga makin terpancar. 

Coba deh, sehariii aja berhenti mengeluhkan kekurangan dari diri sendiri. Trus beban di hati hilang, trus jadi lebih ceria dan murah senyum deh. Ketemu banyak orang, bawaannya seneng. Yang liat kagum, orang ini loh kok hidupnya kayaknya hepi bener...

I'm sooo sorry to say bahwa udah make up sempurna macam apa kalo kita sendiri nggak menghargai, akhirnya nggak kelihatan bagusnya. Yang ada kita kayak 'mayat' yang jalan ke mana-mana sambil berusaha nutupi kekurangan terus menerus. Capek banget kan?

Yuk ladies setiap saat setiap waktu menghargai diri sendiri. Caranya gampangg banget, yaitu bersyukur dan juga menerima segala hal yang ada. Lalu lihatlah perbedaannya. Hati lebih riang, yang liat juga senang.

See you in another post, babes! :*



Read More

Thursday, April 9, 2015

[Sharing] Tips Untuk Opname Sendirian di Rumah Sakit

Hellooo :)

Duh judulnya, serem banget! Hihihi tapi memang manusia bisa saja sakit kapanpun di manapun. Termasuk saat jauh dari rumah dan sanak saudara, sedih ya :( Saya ngalamin lho, opname sendirian karena tidak ada yang bisa nungguin plus tidak di kota asal. Pas itu sakit demam berdarah, Dokter bilang saya harus opname karena trombosit turun drastis...

Apa yang terbayang dari 'opname sendirian'? Dulu sih saya mikirnya, mungkin bakalan ribet karena tangan diinfus. Otomatis nggak bisa banyak bergerak kan? Nah artikel ini adalah pengalaman saya pas opname sendirian di rumah sakit. Semoga temen-temen nggak sakit sampai kudu 'piknik' di RS tapi in case suatu saat terjadi, jangan takut untuk opname tanpa ada keluarga / kerabat yang menemani ya.

Di sini saya bagikan tips untuk opname sendirian. Urut mulai dari persiapan masuk RS sampai pulangnya. Semoga bermanfaat:

Sebelum masuk RS
  • Jika kondisi kamu memungkinkan, dalam artian masih kuat melakukan beberapa hal, maka anggaplah opname ini adalah liburan. Bawalah segala hal yang kamu perlukan untuk liburan. Peralatan mandi, baju ganti, handuk, selimut tipis, uang cash, camilan dan masih banyak lagi. Soalnya saat kamu opname sendirian, anggap aja kamu liburan ke luar negeri, masa ada yang ketinggalan trus balik pulang untuk ngambil, kan nggak bisa? Jadi well prepare itu perlu.
  • Persiapkan diri sendiri. Saya dulu sebelum ditusuk jarum infus, mandi dulu, ganti baju dulu, sikat gigi dulu dan melepas berbagai aksesori yang menempel.
  • Bawa baju yang bahannya ringan dan berkancing depan. Baju tidur paling pas sih, biar enak pas ganti baju, ngelepasnya nggak susah. Celana katun yang biasanya dipakai tidur di rumah juga outfit yang pas buat opname.
  • Pilih rumah sakit yang terkenal dengan pelayanan yang bagus. Kenapa? Soalnya pelayanan bagus akan membantu selama kamu opname di sana. Biasanya perawatnya akan helpfull dan sigap saat kamu butuh pertolongan. Dalam kasus saya, perawatnya masih muda-muda trus sabaar banget. Mereka bahkan nawarin untuk nyuapin dan bantuin pas mandi.
Saat sudah di RS
  • Sampaikan pada pihak RS bahwa kamu akan opname sendirian. Kalau bisa dan emang ada uangnya, jangan ragu untuk memilih ruang VIP. Selain privacy lebih terjaga, kamu bisa lebih berkualitas istirahatnya. Nggak hanya itu, mostly perawat di ruangan mahal jauh lebih kooperatif daripada ruang yang biasa aja :D
  • Bersikap baik dan juga kooperatif dengan petugas medis. Ngeluh boleh, tapi ingat kalau kamu udah dewasa. Boleh nangis saat sakit, tapi tahan diri untuk manja ya. Walau kita udah bayar, tapi perawat tetap orang lain, bukan keluarga kita. Keep your manners high. 
  • Nurut apa kata dokter! Ini penting sekali, jadi sakit itu ada siklusnya. Pengalaman saya sendiri, saya sakit demam berdarah. Dokter menyarankan harus full istirahat dan nggak boleh banyak gerak. Jadi apa yang saya lakukan? tidur, nonton tv, makan :p, baca buku, mainan henpon, begitulah. Tapi mostly tidur karena obatnya bikin ngantuk. Buang waktu? Biarin! Sakit itu alarm kalau tubuh perlu istirahat, we're human not a robot.
  • Jika perawat terlihat ramah dan bisa bantu, jangan sungkan buat minta tolong untuk menyeka tubuh atau ganti baju. Selalu ganti baju dan dalaman minimal sekali sehari karena tubuh bakalan penuh keringat dan juga bau mengingat gak bisa sering-sering mandi.
  • Enjoy your 'holiday' at hospital. Jangan mikir berat, fokus untuk sembuh. Saya semingguan opname sendirian, bosen di makanan sih. Sempet ngambek nggak mau makan, trus pas ada yang jenguk, ditanyain nitip apa? LANGSUNG BILANG TANPA SUNGKAN: MAU UDANG SAUS PADANG! hWuahahahah :D sakit DB kan ga ada pantangan makan :p
Saat Sudah Dinyatakan Boleh Pulang
  • Alhamdulilah, akhirnya jarum infus sudah dicabut. Saya ngapain? MANDI DONG hahahaa :D finally bisa mandi kramas segeeer dengan dua tangan.
  • Beberes seluruh barang, jangan sampai ada yang ketinggalan ya.
  • Bayar administrasi, kalau kamu sendirian, bisa bilang sama susternya untuk antarkan bill nya ke kamar atau kabari kalau tagihannya udah siap. Jadi nggak perlu ngantri.
  • Bilang terimakasih sama dokter dan suster yang udah membantumu selama opname. tanpa mereka, kita bisa apa? :)
  • Pulang! Lanjutkan istirahat jika masih disuruh istirahat. Lakukan apa yang diminta sama dokter, take care your healthy well.
Opname sendirian tidak semenyeramkan itu bukan? Selama penyakitnya bukan yang kronis sampai kita nggak bisa melakukan apapun, yakinlah kita bisa menghandlenya sendirian. Anggap aja opname ini sebagai bentuk kalau kamu benar-benar bisa mandiri dan mengatasi masalah sendiri. Thanks udah baca, sedia payung sebelum hujan. Daripada opname mending jaga kesehatan! :D

Read More

Sunday, April 5, 2015

[Sharing] Operasi Plastik Agar Terlihat Makin Cantik, Yay or Nay?

Heii ^^

Kesamber apa aku tetiba ngebahas hal ini hihiihih tapi boleh dong yaa. Mengingat selama ini rasanya sirikkk banget sama artis-artis Korea yang wajahnya bak Bidadari gitu dengan sentuhan plastic surgery alias oplas. Kayaknya ga perlu ribet-ribet perawatan ini itu, cukup tinggg operasi plastik bisa langsung mancung langsung tirus, mata langsung kayak boneka dan masiiih banyak lagi.



Kalo 'dilihat' sih gampang ya girls. Siapin dana, ke Dokter, operasi plastik. Selesai deh! Eits nggak juga lho. Ternyata ada beberapa efek buruk lho di balik hal yang instant ini. Buat yang kepikiran untuk 'permak' bagian tubuh atau wajah dengan operasi plastik, ini dia poin plus minus dari keputusan ini:

PLUS

  • Kamu tidak perlu lagi repot-repot 'menambal' sana sini untuk penampilan yang sempurna. Kondangan tanpa shading hidung? Nggak masalah, kan udah mancung abis operasi plastik. Pergi tanpa eyeliner dan softlense berdiameter besar? pede aja, soalnya mata udah dibikin bulat cantik kayak barbie dengan bantuan dokter bedah.
  • Hasil dari operasi plastik relatif awet dan long lasting dibanding tanam benang dan suntik botox. Kan sudah dibenahi secara permanen, jadi misalkan gigi kamu awalnya berantakan, selama nggak terbentur atau terluka parah nggak akan balik jelek kayak semula.
  • Operasi plastik membuatmu percaya diri! Tahu nggak sih kalau PD itu bikin kita punya performa lebih bagus. Misal abis operasi meniruskan dagu, trus jadi pede foto-foto dan berpenampilan. Maka banyak hal positif yang akan datang mengikuti.
  • Jadi cantik itu nilai plus. Okay, inner beauty itu perlu. Tapi kalau kamu mau jadi modelnya Victoria Secret Angels atau artis film, maka yang terlihat pertama kali adalah penampilanmu kan? Nah dengan kamu jadi makin cantik abis operasi plastik, maka cita-citamu lebih mudah untuk diwujudkan.
MINUS
  • Efek samping dari operasi plastik itu ternyata banyak banget lho! Bisa terjadi saat proses operasi tadi (misal: pendarahan yang menyebabkan kegagalan atau bahkan membahayakan nyawa) dan pasca operasi (misal: bekas luka yang ternyata nggak hilang-hilang dan menimbulkan keloid. Serem kan).
  • Hasilnya tidak sesuai dengan keinginan! Emang bisa? Lah ya bisa bangettt ladieesss :"( Udah pernah lihat hasil operasi plastik yang gagal kan? Misal pengen bibir seksi, yang ada malah kayak abis digigit tawon. Atau mengencangkan kulit, eh malah semua bagian wajah ikut ketarik, hasilnya jadi kayak tokoh antagonis >_<
  • Risiko besar saat proses pembedahan. Bayangkan saja, operasi yang sifatnya urgensi macam operasi usus buntu dan caesar saja risikonya besar sekali apalagi proses kecantikan? Misal operasi plastik mengencangkan payudara. Bisa saja ada saraf yang tidak berfungsi normal kembali, pembekuan darah dan masih banyak lagi. Tentu akibatnya besar dan bisa sangat berbahaya. Nyawa bisa jadi taruhannya.
  • Efek psikologis dari lingkungan dan pergaulan. Di Indonesia, tindakan operasi plastik masih dianggap tabu dan 'kode' kalau kita nggak bersyukur atas pemberian Tuhan. Lihat saja artis-artis yang operasi plastik, mereka pasti menutupinya kan? Trus kalau ketahuan, kena bully habis-habisan. Nyeremin sih...
Every decision depends on ourself. Kalau aku sih, jujur sekalii ada banyak yang pengen dibenahi ahhaha yang paling pengen sih bikin wajah tirus dan dahi gak lagi selebar lapangan sepakbola :D Tapi yah selain uangnya belum ada, masih belum berani bertaruh nyawa di meja operasi sih...

Nah bagaimana kalau kamu? Semoga artikel ini membantu yah :) But remember one thing: kita udah cantik, apa adanya. Yang bikin kita jadi nggak spesial adalah sugesti diri sendiri ;)

Cheers!
Read More

Friday, April 3, 2015

Live the Life

"To be a champion, I think you have to see the big picture. It's not about winning and losing; it's about every day hard work and about thriving on a challenge. It's about embracing the pain that you'll experience at the end of a race and not being afraid. I think people think too hard and get afraid of a certain challenge." - Summer Sanders

Seorang teman yang gaya bahasanya super ceplas ceplos pernah berkata pada saya. Cukup makljeb tapi saya mengakui bahwa inti dari perkataannya di bawah ini benar adanya:

"Lo mau nilai 100, lo berusaha sampai mencapai segitu. Lo mau nilai sejuta, lo kejar juga sampai dapat. Tiap target yang lo tentukan punya passing grade sendiri-sendiri. Jangan harap lo bisa dapat nilai sejuta kalo usaha lo cuman sampe buat meraih nilai 100 aja. Usaha lo berbanding lurus dengan pencapaian lo. Makin sederhana apa yang lo pengen makin mudah lo raih dan gitu juga sebaliknya."
Dhuar! :))) Langsung deh ngaku kalo selama ini punya beberapa hal yang memang susah untuk diraih tapi effort yang dikeluarkan gini-gini aja. Saat hasilnya nggak maksimal, ngeluh dan nyalah-nyalahin keadaan.

Padahal yang salah siapa? Ya diri sendiri :D Salah sendiri pengen sesuatu yang rumit. Salah sendiri usahanya gak sampai 100%, salah sendiri hobinya ngeluh. Sejak abis ngobrol sama si teman, aku jadi ngereview lagi apa aja yang selama ini belum teraih.

Dan ternyata banyak banget. Dan ternyata itu semua karena diri sendiri yang masih setengah-setengah mewujudkannya. Dan sekarang mulai lagi dari awal untuk mencapainya.

Salah satunya adalah cita-cita jadi beauty blogger. Sempet mikir duhh udah dua tahun kok masih begini aja blog gueee. Trus lihat lagi track record ngeblog. Lah sering berbulan-bulan ga ngeblog, mau blognya mau dibaca orang. Asalnya darimanaa ceuuuu :))

Jadi, keluarkan usaha setinggi mimpi. Maksimalkan doa dan berserah sama Tuhan, sebesar hal yang ingin dicapai. High effort high results, katanya sih gitu...

Manusia berencana, berusaha tapi Tuhan yang tetap berkuasa untuk hasilnya. Positive thinking dan selalu yakin kalau segala hal yang diniati baik akan berakhir baik juga.

Live the life, draw your dream and show your move! Buktikan kalau kita bisa memperjuangkan apa yang diingin. Walau bakal terjatuh, tersungkur, maju mundur ataupun menginjak banyak halang rintangan.

Semua orang terlahir untuk jadi pejuang dan pemenang. Tapi tidak semua orang punya komitmen untuk mewujudkan takdir hidupnya. Quite sharp, eh? :)


Read More

Sunday, March 29, 2015

Berdamai dengan Kenyataan

Judulnya super getir ya? :)

Berdamai dengan kenyataan adalah sebuah ungkapan super power yang praktiknya hanya bisa dilakukan setelah beberapa lama mencoba menerapkan hal tersebut. And it happen in my life, saat harus melepaskan banyak hal dan kembali kosong, kadang-kadang lepas tanpa pegangan.

Gagal itu buat saya adalah hal biasa, kerap terjadi dalam rentang waktu yang saya jalani selama ini. Namun kadang, ada beberapa kegagalan yang menyita pikiran saya hingga berhari-hari bahkan bertahun-tahun. Mungkin karena saya harus melepaskan satu hal yang paling saya genggam erat, dan susah sekali untuk menggantinya dengan hal lainnya.

But that's life, segalanya titipan Tuhan. Even our savings balance and our body parts, semuanya bukan milik sendiri. Kayak nyewa di rental VCD, semua ada masa harus dikembalikan sama empunya.

Entah lama, entah cepat yang pasti kita memang tidak bisa terlalu punya perasaan sama apapun yang dimiliki sekarang. High expectation will kill us slowly, katanya sih gitu.

I'm human, selfish is one of thousands nature that unfortunately stay strongly in my self. Keegoisan saya membuat diri ini susah melangkah maju. Maunya ini, pengennya itu, padahal Tuhan jauh lebih kuasa daripada makhluk ciptaannya.

God never wrong, human do. My fault, too selfish to let everything go. Menjelang seperempat abad, here i am. Super stubborn but fragile, want simple life but actually already complicated, enjoying every second while i know tic toc and never come back.

Learn learn learn. Buka selebar-lebarnya telapak tangan. Biarkan yang waktunya pergi untuk terbang dan hilang dari pandangan. God knows better than me, rahasia semesta pasti lebih keren dari prediksi saya selama ini.

Happy sunday, for all people who still try to moving forward.
Read More

Tuesday, March 10, 2015

Saling Memandang

Pernah nggak sih kalian melihat seseorang trus mikir "Duh kok bisa sih dia secantik itu?" "OMG mau banget dehh punya pacar mobilnya bagus kayak si itu" "Hiks iri bangett dia udah pintar, cantik lagi!" dan segala macam ungkapan yang membuat kita jadi minder sama diri sendiri atau bahkan membuat orang yang kita lihat semacam role model yang wajib dicontek gaya dan hidupnya.

Everyone is different, itu yang selalu saya note di dalam otak. Ya nggak memungkiri sih apalagi cewek ya liat orang lain nenteng tas Kate Spade baru, pengen. Liat cewek lain jalan-jalan berjemur di Thailand, pengen juga. Intinya, rumput tetangga jauh lebih hijau deh.

Belum lagi saling memandang alias sawang sinawang. Kapan hari aku dan sepupu (Elok) ngobrol dan ya, kami sawang sinawang alias takjub dengan apa yang ada pada lawan bicara kami.

Elok mengatakan bahwa ia iri denganku yang udah kerja sejak kuliah, bisa menghandle banyak hal plus cepat dalam bertindak. Aku sendiri? Sirik binggo deh sama dia yang IPK nya cumlaude plus lulus on time. Tuh kan, selalu ada hal-hal yang dimiliki orang lain yang kita nggak punya trus jadinya nge drop in kepercayaan diri sendiri...

Namanya saling memandang itu wajar. Tapi basically kita semua terbaik kok, trust me. Mungkin Elok tidak seperti aku tapi dia lulus on time. Mungkin aku lulusnya molor setaun tapi aku udah kerja. Ada plus di balik minus, ada minus di balik plus. Balance.

Nah gimana dengan ada orang lain yang udah cantik, pinter, udah kerja, lulus on time, pacarnya ganteng kaya raya?

Ya nggak masalah, they're so lucky, eh? Tapi tetap kita nggak bisa langsung sirik gitu aja. Kita nggak tau apa yang dia lakukan dan berapa banyak tenaga yang ia keluarkan untuk mencapai hal-hal tadi kan?

Mungkin saat kita tidur, dia belajar sungguh-sungguh untuk ujian skripsi. Saat kita jalan-jalan, dia memilih merawat diri di rumah biar kantung matanya gak kayak SBY dan kulitnya tetap putih menawan. Saat kita makan junk food seenak udel, dia diet mayo biar body nya tetep langsing proporsional.

See? Ga ada yang 'gratis' di dunia ini. Ada proses, ada usaha dan pastinya doa. Jadi melihat orang lain itu perlu, tapi jadikan motivasi bukan jadi perendah diri apalagi ngiri...

Optimis sama diri sendiri, set the goals and reach it! ;)


Read More

Friday, February 27, 2015

About Time

Apa yang kamu lakukan, saat yang lain seusiamu sudah menikah dan merawat buah hati, sedangkan kamu masih sendiri?

PERTANYAAN YANG SUNGGUH HOROR SEKALI PEMIRSA! :))) Jangan silet-silet tangan dululah, single di usia 25 nggak seburuk itu kok, seriously! #membeladiri :p

Banyak hal yang bisa dilakukan dan aktivitas bermanfaat untuk mengisi waktu lho. Iyasih emang kadang ngerasa sepiii gitu temen-temen banyak yang udah sibuk sama aktivitasnya sendiri. Suka galau gitu aduuuh hidup gue masih di sini-sini aja sedangkan yang laen udah selfie-selfie sama anaknya yang lucu kebangetan?

Terus kalo udah galau, waktunya jadi bermanfaat? NGGGAAAAKK SAMA SEKALI :p Sejak aku resign dari kantor dan bedrest, jujur waktu luangku itu buanyak! Ya gimana namanya juga istirahat total yah... :)))

Setelah kondisi tubuh mendingan, mulai mutar otak untuk ngisi waktu. Kita bisa punya duit sebanyak Mark Zuckerberg tapi gabisa buat beli waktu yang udah abis ga dipake untuk hal-hal yang berguna. Bener nggak?

From this moment, aku sampai hari ini masih berusaha menikmati waktu dan menggunakannya sebaik mungkin. Jadi, apa yang aku lakukan di usia menjelang dua lima, masih single dan nggak ngantor?

disclaimer: walau aku nggak ngantor bukan berarti jobless yah. Jadi semua aktivitas non commercial yang aku lakukan 100% dari uang pribadi dan aktivitas commercial yang aku lakukan adalah beberapa 'pintu' cara aku dapet uang walau di rumah aja ;)


RENANG, TIAP HARI

1-2 tahun lalu, renang cuma jadi hobi dan dilakukan cuman sebulan maksimal dua kali. Maklumin aja, jadwal padat ngantor plus pulangnya udah malesss gerak dari kasur LOL. Sejak nggak ngantor, setelah jam 4 sore aku udah free alias ga ada aktivitas. Daripada dipake tidur-tiduran aja, aku memutuskan untuk berenang, tiap hari.

Pergi ke Mana Aja, nggak lupa bawa baju+kacamata renang

Mulai dari yang awalnya suka ngos-ngosan, alhamdulilah sekarang udah bisa renang olympic size PP tanpa berhenti hihihi. Selain bagus untuk terapi pasca aku sakit, renang juga refreshing yang murah dan mudah dilakukan. Sampe yang jaga kolam hapal gitu sama wajah aku :p

(MASIH MENCOBA) MENGHIDUPKAN LAGI BEAUTY BLOG

Iya, blog ini udah kayak sarang laba-laba T_T Trus bikin janji sama diri sendiri untuk konsisten ngisi artikel baik personal ataupun beauty things. Harapan ke depan sih, blog ini makin sering mengalirkan pundi-pundi uang (AMIEN! hihi) dan juga sebagai terapi biar aku tetap rajin nulis.

Salah satu Lippies Yang Belom Juga direview Sampe Hari Ini


Manusia tanpa hasil karya adalah tiada, bener nggak? ;)

LIBURAN, SESEKALI

Makhluk hidup mana yang nggak suka liburan, mana? Mwhehehhee sejak resign dan perlahan bangkit dari keterpurukan akibat sakit #tsaaaahhh mencoba kembali menikmati hidup. Salah satunya adalah jalan-jalan dan liburan.

road trip ke Semarang
ke Bali pas New Year Eve
Mendayung di Amazon, eh salah. Sungai Maron
Tari kecak di Uluwatu

Berhubung dananya juga nggak banyak, liburan paling jauh (padahal aslinya ada perlu, nyambi liburan deh :p) pasca resign, masih single dan kelar bedrest adalah ke Bali. So much fun! Finally bisa liat tari kecak di Uluwatu pas sunset ehhehe. Nggak hanya itu, aku juga jelajah menyusuri sungai Maron yang hits itu, ke Semarang dan short trip aja ke Solo/Yogya. And i still wait for the next trip mwehehheh *_*

BERKUNJUNG KE RUMAH TEMAN

Inget nggak sih zaman masih sekolah, main ke rumah teman atau jemput mereka buat hangout atau berangkat les? Semuanya terkikis sering kesibukan yang membahana. And i try to do it again, sometimes.

Main sama Anak bayik!
Reunite Sama Besties

Main ke rumah teman, reunite sama mereka itu menyenangkan. Sekarang kan gak semuanya bisa bebas pergi ke mana, kecuali saya (IYE SINGLE SOALNYA). Jadi yang masih belom nikah yang keliling deh hehehe. Ketemu sama anak mereka juga bagian yang paaaling seru, ishhh bayi bertebaran di mana-mana hehehe. Bonusnya? Bisa nggosip seharian tanpa takut keburu pulang keburu magrib dan lain sebagainya mwehehhe.

BELAJAR BANYAK HAL YANG BELUM BISA

Ada buanyakkk sekali yang belum bisa saya lakukan sampe segede ini. Main musik, make up dengan baik dan benar serta banyak lagi. Yaudahlahyah mumpung belum ada suami yang diurus dan anak yang digendong... MARI BELAJAR AJAH! :)))

Coba-Coba Latihan Motret Juga...

Alhamdulilah dengan begini, waktu yang tersisa usai aktvitas utama jadi bermanfaat. Yakinlah bahwa gelebakan di kasur dan mindah-mindah channel TV itu sungguh membosankan...

Tuh kan, sebenernya ada buanyak hal yang bisa dilakukan jadi jangan sedih kalau belum berkeluarga yak. Instead of ngenes, mendingan melakukan kegiatan yang positif dan menyenangkan.

Enjoy life to the fullest!
Read More

© I'm Fireworks!, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena