World Through my Words

Showing posts with label sport. Show all posts
Showing posts with label sport. Show all posts

Monday, January 21, 2013

Hari ke-6: Home Sweet Home


Halo Coach Timo dan keluarga,

Semoga sehat-sehat semua di Malang..

Sudah agak lama ya saya ndak menyambangi rumah Coach. Kalau kesana lagi mungkin saya harus pakai sepatu high heels, soalnya yakin banget sekarang Shania pasti udah lebih tinggi daripada saya. Hehe.

Jadi ini ceritanya kan ada #30HariMenulisCeritaCinta di Twitter, saya langsung terpikir untuk menulis Cerita Cinta untuk Coach Timo dan keluarga. Karena ya.. Saya merasakan cinta yang begitu besar di keluarga Coach. Bukan hanya antar suami-istri, papa-anak, dan mama-anak, tapi juga cinta kepada negara. Coach mengajarkan saya apa itu nasionalisme tanpa perlu harus banyak bicara.

Coach Timo banyak sharing tentang keadaan sepak bola Indonesia saat ini, dan sering saya kagum dengan optimisme Coach. Dalam keadaan yang kacau seperti ini, Coach masih berkeyakinan penuh bahwa sepak bola Indonesia bisa bangkit, dengan cara yang benar dan semestinya. Salut untuk semangat Coach!

Selain itu, seringnya berinteraksi dengan keluarga Coach Timo mengingatkan saya untuk…pulang. Iya, Coach, pulang ke rumah mama. Tadinya saya merasa nyaman setelah 4,5 tahun hidup sendiri di Malang, dan saya masih ingin terus melanglangbuana kemana-mana.

Tapi, saya melihat sendiri bagaimana Ibu Devi selalu mendukung dan mendoakan keputusan Coach Timo dengan penuh kasih.. Saya jadi ingat mama saya. Benarlah apa kata Christian Morgenstern “Home is not where you live but where they understand you”.

Hehehe, mungkin saya jadinya kedengeran sok tau ya Coach. Tapi saya berterimakasih sekali untuk semua yang sudah pernah Coach ajarkan. Termasuk satu quote tentang cinta yang akan selalu saya ingat…

“you, prima, are the only one in this world. there is no other prima. so, make sure you’ll spend your life with a good guy who treat you well. ‘cause life is too good to spend with a guy who always talk with you in loud voice, who never listen and understand you, who never be there when you need him. note that.”

God bless your family always, Coach!

Regards,
Prima

 *foto terakhir sama Shania, belum sempet nyobain kolam renang nih, hehe*
Read More

Sunday, January 20, 2013

Hari Ke-5: Tentang Menjadi Supporter: Ngalamania


Sebelum Persema, klub bola yang saya tahu hanya Manchester United dan Real Madrid. Yang lain? Klub apaan tuh? *ditimpuk penggemar klub lain*

Saya belajar banyak hal dari Persema.

Tentang kerja keras.
Tentang pengorbanan.
Tentang kerja tim.

‘Tidak ada pemain atau pelatih bintang, yang ada: kerja sama dan komunikasi untuk mencapai tujuan bersama.’

‘Tujuan itu bukan kemenangan, tapi satu gol yang lebih banyak daripada tim lawan.’ *inget banget quote Coach Timo yang satu ini, kalau ga salah di-tweet, dan bikin saya tersenyum simpul hari itu.

Mendampingi Persema selama hampir setengah tahun, meski secara tidak resmi, memberikan saya banyak hal.

Mamoun sering sekali bercerita tentang anak-anaknya, menunjukkan foto mereka.. Salah satu hal yang membuat saya terharu adalah, “My last daughter loves Hello Kitty so much. Everywhere I go she ask me to buy something Hello Kitty.” :’)

Benoit juga sangat bersahabat. Ketika saya tidak muncul di salah satu pertandingan Persema karena ibu saya sakit, dua hari kemudian dia mengirim sms kepada saya “how’s your mom? Still sick?” :’)

Sang Min.. silahkan langsung baca surat yang satu ini à http://primasyaa.blogspot.com/2013/01/hari-ke-2-aku-masih-menunggu.html #promosi XD

Momen-momen sama Irfan Bachdim, ah sudahlah, daripada saya dicekik Jennifer. But he is such a very good friend, that’s all I can say.

Kim Kurniawan, oh he is so charming. Dia selalu berusaha baik pada setiap orang, tidak ada prasangka.. Dan saya sebenarnya ikut menangis saat dia tidak bisa ikut membela Timnas. “Aku ini pindah WNI karena mau bela sepakbola Indonesia, prima.. Tapi tidak apa, kalau memang belum waktuku, aku masih bisa berlatih untuk lebih baik lagi..” :’)

Kalian semua mengajariku untuk tidak mudah menyerah. Kadang aku sering bertanya-tanya, ketika waktu pertandingan sudah tinggal 89 menit dan kalian sudah tertinggal, adakah kalian masih sekuat tenaga berusaha mencetak gol?

Ya. Aku melihat itu dari pancar mata kalian, kecepatan lari kalian, kekuatan kerja sama kalian..

Tentu pertandingan dan latihan tidak selalu mulus adanya. Kadang hujan deras disertai angin kencang. Aku masih ingat di salah satu pertandingan yang diwarnai hujan hampir badai, beberapa dari kalian bergulung-gulung di lapangan karena terpeleset genangan air. Tapi kalian tetap bangkit berdiri dan berlari.

Demikian pula hidup. Kadang kita terjatuh, kadang kita kalah, kadang kita tidak melihat ada jalan keluar dari masalah kita.. Tapi pemenang selalu bangkit berdiri dan berjuang lagi.

Terima kasih telah menunjukkan hal ini kepada saya, Persema.
Terima kasih telah memberikan ruang bagi saya menemani kalian selama paruh musim Liga Primer Indonesia 2011.

I am a proud Ngalamania.

xoxo
Prima



Read More

Saturday, January 19, 2013

Hari Ke-2: Aku Masih Menunggu


Ceileh judulnya, padahal sebenarnya juga ga gitu-gitu amat kok, Oppa.
Siapa kamu sampai aku nunggu kamu segitunya? Kekasih juga bukan. *buang muka*

…
…
…

Oppa, jangan GR ya, ini karena keadaan saja judulnya #30HariMenulisSuratCinta, padahal aku juga gatau apa aku cinta kamu atau engga.. Dan sebaliknya kamu juga begitu sama aku atau engga. Pasti engga. Udah tau kok. *tebalikin meja*

Oppa, aku nulis surat ini dalam bahasa Indonesia ada alasannya. Karena sejak kepulanganmu ke Korea akhir 2011, tidak ada alasan bagiku untuk tetap belajar bahasa Korea. Pertama kali aku ambil les bahasa Korea kan karena kamu yang minta? Sementara aku gatau apa kamu akan kembali lagi ke Indonesia, sedangkan aku juga ga pingin2 banget sekolah ke Korea, jadi aku putuskan tidak seserius itu belajar bahasa Korea. Adapun aku tetap ke kelas yg dibikin Kim Seonsaengnim tiap sabtu pagi, itu karena gratis dan bisa ketemu Soo Jin, ponakanku yang paling imut sedunia. *sengaja nulis gini biar dikirimi cookies sama Stefany Eonni, hihi*

Oppa, Februari 2011, duniaku berubah. Ada semangat baru untuk menjalani tiap harinya. Sebenarnya bukan karena kamu, tapi karena ada sesuatu yg sangat seru: sepak bola. Aku tahu bahwa sebenarnya David Beckham adalah jodohku, sayang sekali aku lahir di Indonesia jadi dia tidak punya kesempatan untuk bertemu denganku dan akhirnya malah menikah sama Victoria Beckham. *dikeplak Victoria*

Kamu cuma bagian kecil dari keseruan itu. Aku malah lebih suka kumpul sama Mamoun dan Benoit, terutama karena mereka bisa bahasa Inggris. Ga kayak kamu, males. Huuu~

Nah, waktu kamu ulang tahun pun aku ngasih kue tart itu cuma berpikir supaya penelitianku lancar aja, istilahnya aku mendekatkan diri sama Persema, bukan sama kamu. Siape eluuu? Seandainya yg waktu itu ulang tahun Mamoun pasti lebih seru :D

Tapi aku tahu sejak itu kamu berubah, lebih membuka diri, lebih banyak menyapa aku, meski cuma manggil namaku aja, aku udah seneng berarti kamu inget aku. Ngenes yah aku. Akhirnya kita sering makan malam bareng, aku seneng kalo pergi sama kamu pasti kamu traktir aku, denger-denger karena budaya Korea emang begitu ya. Kalau sama Mamoun engga, pernah kapan hari aku yang bayarin gitu deh.. Mana perginya rame-rame sama Kim, Niko, Benoit. Bangkrut sekejap deh aku.

Terus kita melewati malam-malam bersama dengan aku mengajari kamu bahasa Indonesia lewat buku yg dikasih Niko…dan akhirnya kamu menyerah karena sekali lagi, males! Ah *gulbam* Akhirnya kamu memaksa aku supaya les bahasa Korea, yang sebenarnya aku benci banget tauk!!! Aku udah bertekad ga mau belajar bahasa yang ga pake huruf Roman, eh kamu pake maksa-maksa lagi. Dih. Untung aja kamu sama Kang Hyun menepati janji buat ngerjain PR-PR itu *ups*.

-- Oppa, mendadak aku lupa mau ngomong apa karena tadi habis aku sela sholat, hehe --

Intinya sih, kalau aku mau cerita panjaaaaang lebaaaaar kasihan nanti judulnya bukan surat tapi novel cinta *halah*

Beberapa waktu lalu, aku sudah pernah menulis satu cerita tentang ‘menunggumu’ karena sekali, dua kali, tiga kali kamu menunda kedatanganmu ke Indonesia. Tadinya aku mau menyempurnakan tulisan itu saja tapi mendadak laptopnya rusak. Ya ampun, sial sekali aku.

Jadi di cerita itu, aku menggambarkan bahwa aku sangat bahagia melewati waktu-waktu bersamamu. Terlebih ketika aku menangis karena putus dari pacarku, kamu dengan entengnya menyodorkan es krim yoghurt strawberry. Aku ga suka es krim buah sebenarnya, tapi demi tatapanmu yang tajam akhirnya aku makan juga es krim itu. Dan kamu tahu? Es krim itu jadi es krim favoritku sejak saat itu. Namanya Yomamte, by-the-way *mendadak pingin*

Ketika kamu mau pulang ke Korea, aku menahan tangis karena katamu kamu pasti kembali. Dan kamu juga tidak suka melihat perempuan menangis, terlebih aku yang katamu lebih lucu kalau tertawa (makanya kamu suka sekali bikin aku tertawa, ya kan Oppa? *ge er*).

Aku sering berharap rasa ini hilang seiring tak pernah lagi aku dengar kabarmu. Terutama karena Facebook tidak populer di Korea, jadi kamu jarang update. Apalagi nge-tweet, boro-boro deh.

Aku juga sangat ingin tahu apa sih rasa ini sebenarnya. Apa ini cinta, suka, sayang, atau sekedar peduli aja? Mamaku mengajarkan aku untuk berbuat baik sama orang, dan waktu aku cerita tentang kamu ke mamaku, beliau bilang “wuih coba bayangkan kamu ada di posisinya. Negara baru, ga bisa bahasanya, ga ada teman dekat atau keluarga.”

Itu dia. Keluarga. Kamu pernah bilang ke eomma-mu waktu telepon, disini ada seseorang yang peduli sama kamu. Kamu sudah anggap dia seperti adikmu sendiri. Semoga itu aku ya *blushing*

Kamu seperti kakak laki-laki yang tidak pernah aku miliki. Rasa sayangku ke kamu tidak akan pernah lebih, seperti yang dipikirkan orang-orang. Karena setiap melihat kamu tertawa, aku ikut bahagia. Setiap melihat kamu sedih, aku ikut sedih. Aku tahu bahwa resiko bermain di Indonesia sekarang sangat besar, dan aku mengkhawatirkanmu. Pun aku tetap senang jika kamu tetap memilih bekerja disini.

Asal kamu tahu Oppa, Tuhan mengabulkan doaku. Kamu sekarang di klub di Jawa Timur kan, tinggalnya pun di Surabaya. Betapa Tuhan baik sekali padaku, dan padamu yang bisa seklub dengan sahabatmu.

Aku tidak tahu apa yang membuat kita belum bertemu hingga saat ini. Entah karena kita berdua terlalu sibuk, atau terlalu gengsi untuk mengangkat telepon dan mengatakan “ketemu, yuk.” Tapi aku percaya cepat atau lambat kita akan bertemu.

Amin.

Selamat datang kembali di liga Indonesia, Oppa. Have a great year ahead, hwaiting! ^^

*foto pertama kita ^^ (dari kiri: SangMin, akuuuhhh yg mungil *kkk*, YoungJun yg ganteng)








Read More

© I'm Fireworks!, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena