World Through my Words

Saturday, October 1, 2016

Ketika Ada yang Menetes dari Pelupuk Matanya

Sosok dengan wajah sederhana dan baju tak terlalu banyak gaya itu, adalah perempuan yang kamu lihat dan membuatmu jatuh cinta. Pada senyum lepasnya, pada candaan renyah yang ia lontarkan, dan pada tatapan mata penuh ketulusan saat memandangmu. Ketika ada keputusan besar yang kamu ambil, yaitu menjadikan dia teman hidup, sesungguhnya perjalanan ke depanlah yang jauh lebih berat.

Ketika mulai muncul percik-percik permasalahan. Selisih paham dan mungkin saja, berakhir dengan pertengkaran. Baik kamu dan dia sama-sama di titik didih, kata demi kata tajam menghujam meninggalkan perih. Entah siapa yang salah, yang pasti hari itu berakhir dengan amarah.

Tapi tahukah kamu, saat ia mendengar suara keras dan bentakanmu, hatinya luruh dan jatuh ke dasar kesedihan terdalam. Pecah berkeping-keping, bersama dengan hancurnya sisa-sisa waktu di hari itu. Ia memilih diam, tak berani lagi beradu argumen denganmu. Karena ia tahu, api bertemu api hanya akan menghasilkan abu.

Saat kamu marah luar biasa dan mendiamkannya, ia memilih tak mengeluarkan sepatah kata. Mencoba menghindari menyiram minyak ke dalam kobaran api, berdoa semoga kamu segera tenang dan terkendali. Hari-hari berikutnya dilalui dengan seperti dua orang asing terjebak dalam satu rumah, tak bertegur sapa apalagi bercengkrama.

Perempuan yang kamu minta dari Ayahnya untuk kamu jaga dan bahagiakan selamanya itu, tetap bangun pagi seperti biasa. Menyiapkan sarapan dan menyiapkan bajumu, dalam diam sembari berharap hatimu sudah luluh dan mengajaknya bicara. Tapi ternyata tidak, tatapan matamu tetap seperti melihat musuh saat memandangnya.

Ia tahu bahwa mungkin dirinyalah penyebab semua kekacauan ini terjadi. Berusaha sekeras tenaga, memperbaiki semuanya. Tapi apa daya, hatimu terkadang sekeras batu. Segores kecil kesalahan yang dibuatnya, membuatmu jadi kaku tak bisa dikompromi lagi.

Jika sudah tak menemukan alasan untuk memaafkannya, maka ingat-ingatlah lagi apa yang membuatmu jatuh cinta kepadanya. Betapa indahnya saat hatimu berdegup kencang ketika menunggu jawaban iya darinya. Saat kamu merindukan untuk bertemu dan memeluknya saat jarak sedang memisahkan kalian berdua. Ketika kamu mendekapnya dalam tidur, dan merasa ia adalah tempatmu bersandar dan mencari ketenangan paling hakiki di dunia.

Saat ada buliran air mata menetes dari matanya, itu bukan berarti separuh hatimu adalah orang yang lemah. Namun ia takut kehilanganmu, dan takut menyakitimu lebih dari ini. Terisak dengan suara tertahan, perempuan cantik yang kamu belai rambutnya dan kecup keningnya itu tak bisa lagi membendung kesedihan. Dia bisa apa? Segala upaya telah dilakukan bukan?

Semua orang bisa membuat kesalahan, tapi tidak semua orang pantas dilepaskan hanya karena hal tersebut. Salah satunya, teman hidupmu. Selama ia masih berniat baik meneruskan perjalanan bersamamu, dan meminta maaf meskipun lirih, hargailah. Kamu boleh marah, tapi sekali lagi tolong tatap matanya.

Mata itu, yang menyimpan cinta tak terhitung banyaknya untukmu. Dua bola mata berwarna kecoklatan itu yang terjaga di malam hari saat kamu sakit dan tak bisa tidur karena menggigil. Indera penglihatan itu yang selalu menemukan di mana barang-barangmu berada, kala kamu kesulitan mencarinya. Dan mata itu, yang selalu bisa membuatmu menjadi lelaki paling beruntung di dunia.

Ketika ada yang menetes dari pelupuk matanya, hapuslah segera. Jangan biarkan wajahnya sembab dan hidupnya layu, karena bertengkar denganmu. Dia adalah perempuan yang menyerahkan hidupnya untuk kamu nahkodai, dan mengabdikan waktunya untuk membahagiakanmu.




Kalau berantem sama pasangan, jangan lama-lama ya...hidup ini terlalu indah jika untuk dihabiskan bersama amarah.
Read More

Sunday, September 25, 2016

Someday

Ada tangan yang tak akan melepaskan genggamannya dari jemarimu, ada pundak yang tak akan beranjak untuk jadi sandaran hidupmu.

Bulan lalu, Mbak Prima datang ke Malang dan menghabiskan waktu bersama saya. Kami ngobrol panjang lebar, mengenai banyak hal. Salah satu highlight yang membuat kami tertawa lalu menitikkan air mata terharu adalah pada poin the right one. Ia mengatakan bahwa beberapa waktu lalu sempat menangis karena lelah.

"Sya, aku tuh kadang ngerasa capekkk banget. Kerja, tesis, handle urusan logistik rumah. Waktu 24 jam rasanya nggak pernah cukup. Aku nangis karena sampai hari ini, aku belum ketemu orang yang bisa aku ajak berjuang bareng..."

I feel her, literally. Both of us, berusaha sekuat tenaga agar tetap bisa selesai kuliah dan bekerja sampai dobel-dobel almost all the time. A glimpse of me, sejak semester 3 saya udah kerja part time mulai dari jualan pulsa sampai ngelesi anak SD. Bahkan hari ini saya sidang skrispsi, pulangnya langsung ngantor sampai malam. Sempet juga punya 5 murid les dengan alamat rumah yang berbeda-beda, bisa dibayangkan kayak gimana hidup ini berjalan sehari-hari. A glimpse of her, Mba Prima bisa dibilang salah satu tulang punggung keluarga. Hidupnya tak lepas dari berbagai tanggungjawab, yang membuatnya kadang tak bisa tidur cukup atau sekadar istirahat.

Maka bukan hal yang aneh jika kami ingin bersama laki-laki yang kuat bertarung melawan kerasnya kehidupan, bergandengan tangan bersama pasangan. Masalahnya adalah, kami ternyata lebih sering bertemu dengan pria yang justru menambah masalah dalam kehidupan kami. Entah kurang dewasa, atau menye kebanyakan drama.

Untuk menghibur dan menguatkan Mba Prima -sekaligus memberikan motivasi bagi diri saya sendiri- , terucaplah rangkaian kata yang penuh makna. Dengan nada positif dan penuh semangat, saya mengucapkannya:

Mba, aku doakan suatu hari Mba Prima bertemu dengan laki-laki yang tangguh dan soleh. Menyayangi Mba Prima dan mengerti betapa berat hidup Mba selama ini. Dia yang akan menjemput Mba sepulang dari bekerja, membawakan setangkup roti bakar dan sekotak susu cokelat. Karena dia tau, Mba capek seharian berkutat dengan deadline. Dia akan membiarkan Mba Prima tidur di dalam mobil, dan sepenuh hati membantu meringankan tanggungjawab Mba Prima...
Dalam kacamata saya, cinta adalah tentang penerimaan dan pengertian. Bayangkan, ada dua orang yang lahir di rumah yang berbeda, besar dan hidup dengan cara yang tak sama pula. Kemudian tiba-tiba bersatu, tinggal dalam satu atap. Bisa dibayangkan betapa banyak hal yang perlu disesuaikan?

Cinta, membuat saya bisa memahami seseorang dan menerimanya utuh dengan segala kurang lebihnya. Cinta, mendorong saya untuk memperbaiki diri agar hidup berjalan ke arah yang lebih baik lagi. Cinta, yang akan mengikat saya dan the right one untuk bersama berjalan dan berlari meski banyak kerikil dan rintangan menghampiri. Dan cinta, yang akan membuat dua orang insan manusia tetap lekat, meski ombak-ombak besar menerpa tanpa jeda.

Untuk semua teman-teman yang sedang menunggu the right one nya, saya doakan yang terbaik ya. Menemukan dia yang mengisi sela-sela jemarimu, menghapus air mata dan peluhmu. Ketika kita menjadi orang baik, maka cermin akan memantulkan sosok yang baik pula inshaAllah.

Semoga Mba Prima, segera menemukan detak untuk jantungnya, jawaban dari segala doanya, dan teman untuk menjalani hidupnya...

Karena cinta selalu sederhana, mengalir jernih seperti air dan hangat seperti cahaya.

Read More

Monday, August 22, 2016

When Finally you are Ready

Entah kenapa, saya belum bisa berpikir bahwa menikah adalah perihal yang sederhana. Mungkin karena belum bertemu the right one, atau pernikahan memang tidak segampang itu. Tapi satu yang selalu saya percaya bahwa, akan ada hari di mana segala ketakutan, risau, bayangan dan segala macamnya itu menghilang tak bersisa ketika hati sudah mantap tertambat pada orang yang tepat.

Just fuckin do it, some people said. Mereka mendesak saya untuk segera melengkungkan janur di depan rumah, mengakhiri kesendirian yang semakin akut mengakar ke dalam tanah. Masalahnya, hey saya juga mau kali menikah! Siapa yang nggak pengen ada seseorang yang bisa diajak berbagi, dan ada alasan untuk segera pulang ke rumah?

But married is lifetime dealing, di mana saya nggak punya tombol exit kalau di tengah jalan ingin berhenti. Yes i have actually, namanya perceraian. Tapi masa iya saya menggampangkan pernikahan seperti itu? Kalo ga cocok yaudah bubar aja, gitu?

Saya masih mencari, sosok yang ingin saya temui setiap hari. Laki-laki yang membuat bibir ini tidak bisa berhenti tersenyum ketika mengingatnya, dan tidak marah ketika dia memecahkan piring atau melakukan kebodohan lainnya. Tingkat acceptance setinggi itu, hanya bisa tumbuh dari rasa cinta yang membuncah di awalnya. Percayalah, saya sudah mencoba berbagai rumus ini dan itu dan hasilnya sama. Saya tidak bisa menjalani hidup bersama orang yang saya tidak cinta.

Saling jatuh cinta, lebih tepatnya. Ketika rasa itu menjelma menjadi sebuah ikatan yang kuat dan dewasa menjadi tanggungjawab. Ada rasa takut untuk saling menyakiti, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Saat mata saling tatap dan seolah berkata: kamu aman di sini, di sampingku.

Saya juga mengerti bahwa pernikahan tidak semanis kembang gula. Dia yang awalnya manis luar biasa, bisa berubah menjadi pemalas yang suka buang sampah seenaknya. Begitu juga sebaliknya, but hey, menikah adalah cocoklogi seumur hidup kan? Darimana datangnya tenaga untuk kompromi setiap hari sampai mati, kalau bukan dari cinta setengah mati?

Yakinlah, banyak pasangan yang ingin saling cekik setelah bertahun-tahun menikah. Namun mereka berhasil menahan diri, karena masalah satu persatu telah terlampaui. Terlalu banyak problematika dalam hidup, yang tidak akan bisa diselesaikan jika dua tangan tidak saling bergandengan. Meski dalam hati marah, namun ketika ia mau berusaha berubah dan berbenah, kesempatan macam apa yang tidak akan kita berikan? Ya, kesempatan dan maaf datang mengalir seiring cinta yang bertahan di dalam setiap pernikahan.

Kekurangan adalah milik setiap orang, termasuk saya. Siapapun nanti yang akan mengikat janji suci bersama, juga telah melewati fase menimbang masak-masak untuk mengajak saya berumahtangga. Dia juga pasti berusaha untuk mencocoklogikan dirinya dengan saya, dan berusaha untuk tidak mencubit saya di setiap hal menyebalkan yang saya lakukan.

Dan ya, saya ingin dicintai dan jatuh cinta. Itulah yang membuat saya berpikir bahwa pernikahan tidak sederhana. Karena untuk bertemu seseorang yang jatuh hati dan dijatuhi hati serta seumur hidup cocoklogi, tentu susahnya luar biasa. Tapi saya tau, dia ada di luar sana. Sama gamangnya dengan saya, sama berharapnya seperti saya.

Semoga di waktu yang tepat, kita bertemu dan jatuh cinta satu sama lain. Semoga pernikahan menjadi sederhana ketika ada cinta di antara kita. Semoga hidup ini semakin bermakna ketika ada kamu di dalamnya.

Dari saya, yang bersikeras untuk jatuh cinta pada lelaki yang saya suka.
Read More

Tuesday, August 16, 2016

Sebuah Modal yang Tak Ternilai Harganya

Lama banget ga ngeblog, untung aja ga lupa sama password :D Howdy? Fine here, cuma kangen sama Gelato Nutella dan Lemonia aja :"( #lah #jadinyacurhat . Tahun ini sungguh penuh kejutan, dan syukurlah lebih banyak positive surprise. Alhamdulilah banget, Allah begitu baik sama UmmatNya yang bandel luar biasa ini.

Saya sering bilang kalau apa yang dicapai hari ini, adalah tumpukan pondasi yang dibangun dari ratusan bahkan ribuan hari ini sebelumnya. Bagaimanapun juga, Pokemon Go berawal dari abstrak 20 tahun lalu dan sekarang mendulang 10 juta download di seluruh dunia (kalo ga salah, kalo salah maapin ya karena manusia tempatnya salah). Setiap kali mencapai sesuatu, itu bukan hanya karena tetesan keringat saya sendiri, tapi ada banyak orang yang menjadi salah satu penyumbang ilmu dan mentoring saya.

Selama ini, saya bekerja bermodal pikiran, dan tentu saja jari jemari lentik untuk mengetik ditambah bibir berlipstick mauve untuk ngomelin orang kalo kerjaannya ga oke #maapintitayaAllah . Bisa dibilang, saya penganut Bob Sadino garis keras. Dua dengkul saya adalah modal, tapi versi saya direvisi jadi satu otak dua tangan boleh ndak? hehe.

Tidak hanya itu saja, pengalaman dan ilmu yang ada di dalam otak ini tidak muncul begitu saja. Ada kiprah banyak orang di dalamnya. Baik dalam bentuk referensi buku dan video, hingga bekerja secara langsung. Semuanya bahu-membahu mendidik saya yang nda paham kapan di harus dipisah dan disambung ini jadi mengerti banyak hal. Asal bukan cinta kita yang dipisah ya beb, prinses patah hati nanti :"(

Itulah mengapa judul post ini adalah modal yang tak ternilai harganya. Karena kebanyakan saya dapatkan dari bekerja pada orang lain, di mana justru saya yang dibayar. Atau dari seseorang yang ga pernah berhenti nyemangatin saya, tak lain tak bukan adalah Kanjeng Mommy dan Buapakku sebagai penyokong dana utama selama anak mbarepnya ini belum bisa nyari uang sendiri.

Mulanya, saya kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya. Dosen-Dosen di tempat saya menimba dan menempa ilmu ini membuka banyak jendela. Saya jadi tau apa itu komunikasi pemasaran, kemudian mengerti apa yang dikerjakan mbak-mbak cantik ber high heels dengan profesi Public Relation, mengenal proses liputan dan tayangnya suatu berita ternyata tidak segampang cocote seorang Motivator, edesbre edesbre. Saya jatuh cinta, pada jurusan saya sendiri.

Pada jurusan yang saya milih agak-agak capcipcup kembang kuncup, clueless iki aku meh sekolah opo toh komunikasi iki belajar opo? Tapi ternyata cocok banget buat saya. It's kind of blind date and end with super sweet closing. Kemudian kala itu, saya punya pacar yang supportif banget dan ngomporin saya buat magang di agency yang ada di Jakarta.

*uhuk* permisiiii bocah ndeso tekok Pacitan iki ngerti opo toh soal per ahensian? Tapi modal nekat dan Golden Ticket dari Mas Seseq yang saya kenal saat mengisi seminar di kampus saya magang ke Jakarta. Kagum di Narrada Communication laptop dan komputernya pake Apple semua, trus mbak-mbak mas-mas e stylish dan gaul abis. Saya belajar banyak, dan itu adalah salah satu modal besar saya, hingga hari ini.

Berlanjut setelah itu, saya kerja di sebuah media namanya Bisa Komputer. Di sana saya bekerja bareng beberapa orang, mostly dengan background IT. Di ahensi saya belajar mengenai pengelolaan social media dan bikin campaign, di Bisa Komputer saya belajar tentang media online. Mas Ihsan, Mas Tri, Himma, Haqqi dan Mustofa membawa saya ke next step. Belajar nulis artikel, memahami media online dan tentu saja, saya makin jatuh hati sama dunia digital.

Dikit-dikit, saya jadi ngerti IT dan design. Bisa lah pake sotosop dikit-dikit atau komplen kalo ada cache yang nyangkut #kibasinrambut. Trus sambil ngebut ngerjain skripsi yang nda selese-selese kek Uttaran, saya kerja full-time di KapanLagiNetwork, tepatnya content writer di www.vemale.com . Modyaro kowe Titasya, kapokmu kapan kowe kudu iso memisahkan di dengan tepat sasaran?

Channel Manager Vemale namanya Mbak Vindy, panggilannya Kapin. Sekarang pada kenal kan? Beliau jadi hits bener sejak terkenal jadi Make up Artist dan juga make up character yang aneh-aneh tapi keren. Bersama dengan Mba Atha, Mba Gigi dan Mba Wenny, mereka berempat ngajarin saya. Sabaar banget, sampai saya bisa nulis berita dengan gaya bahasa menyentuh dan kadang nangis baca tulisan sendiri #apeu . 

Modal saya nambah lagi, jadi bisa nulis news dan artikel bertema women things! Horeee, dan yang bikin merasa terhormat adalah, Mba Rita alias Mamarit yang merupakan Vice President KLN turun tangan langsung mengoreksi tulisan saya. Hidup jangan takut dikoreksi, karena harusnya bersyukur. Banyak yang mengingatkan dan membantu untuk jadi lebih baik.

Move on dari Vemale, saya pindah divisi di content brand. Masih tetap di bawah KLN, saya dimentorin sama Mbaboo, Mamarit dan Mba Ai. Tabungan ilmu dan pengetahuan di dalam otak meningkat pesat, bisa nulis artikel yang diselipi pesan-pesan sponsor sampai yang bertema lifestyle. Gue dooonggg tau beach club mana aja yang lagi hits di Bali, i'm no more bocah ndeso anymore! *ngomong ketinggian, kemudian ditabrak pesawat*

Skill nulis menanjak, hidup jadi lebih baik. Sudah sarjana, hidup udah kek ga ada beban shay. Etapiii abis itu sakit dan bedrest deng :p Paranoid nganggur karena selalu kerja since 2010, usai bedrest diajak join sama Kak Ihsan, untuk handle beberapa web. Ada 3 web awalnya, kemudian beranak pinak. Nah lho, sekarang ga cuma nulis tapi nge-lead. Titasya Anugraheni kudu kenal siapa itu Cherrybelle dan objek-objek wisata di Indonesia. Ditambah dengan aneka macam Google Trends, Google Analytic, Jetpack dan sebagainya, makin mumetlah ndase e Titasya. But it's okay, life is never flat rite?

Sudah sekitar 1 tahun lebih menekuni dunia yang sekarang, tapi beberapa bulan ini fokus ke sub traveling. Kembali handle client (salah satunya sebuah corporate di Jakarta), dan the biggest surprise is...saya diundang untuk bertemu dengan beberapa orang hebat di Jakarta. Mereka pemilik sebuah perusahaan besar, dengan bisnis yang sudah stabil. Kaget banget, darimana mereka tau saya dan Kak Ihsan? Ternyata mereka notice dari salah satu kerjaan kami (yang dirintis bersama team dan salah satu super talented content manager of the year, Mba Gigi). It's...pengen nangis sampai di sini. I'm just...gogrokan peyek, rumahnya di desa, ke mana-mana ngerembes.

Momen tersebut adalah salah satu tukikan tajam dalam grafik hidup saya. Saya 'dipaksa' untuk kembali take  a next step, bahkan mungkin langkah yang sangat-sangat besar. Nggak pernah menyangka, dan masih suka bengong sendiri kalo diinget-inget.

Kalau saya nggak kuliah di Komunikasi UB, Saya ga akan diajar sama Ibu Endang Mirasari, Ibu Desi dan Ibu Dyah Alvina yang udah ngajarin banyak hal seputar marcomn. Kalau saya nggak magang di Jakarta, saya ga akan tau dunia ahensi dari awal. Kalau saya ga kerja di Bisa Komputer, saya ga akan paham apa itu server dan front-end back-end. Kalau saya ga kerja di Vemale, sampai hari ini saya bakalan menggerutu kalo disuruh memisahkan di dan ke. Kalau saya nggak kerja di content brand, dunia saya ga akan seluas sekarang. Dan kalau saya nggak join sama Kak Ihsan untuk membangun banyak hal, mungkin saya...entahlah, gak terbayang.

Modal saya semua tersimpan di memori otak. Diolah setiap hari, dikembangkan dan dipupuk dengan ilmu-ilmu baru tiap harinya. Hingga beberapa hari yang lalu, saya beli majalah Markeeters. Di dalamnya adalah Mba Vindy dan Mas Seseq, memberikan sebuah pengetahuan yang bermanfaat. Saya harus bangga, saya dimentorin oleh banyak orang hebat. Mereka sudah meluangkan waktu dan bersusah payah ngajarin, dan itu harus dimaksimalkan.

Belajar itu kayak jalan, ga ada habisnya. Kalau capek, ya berhenti sebentar kemudian lanjut lagi. Kalau berhenti, nanti orang lain sudah sampai mana-mana trus kita di sini-sini aja. Trus nyalahin Jokowi kalo nasibnya jelek :"(

Saya tidak akan bisa membalas semua perbuatan baik semua mentor saya. Namun saya selalu mendoakan semoga beliau-beliau diberikan kelancaran hidup dan kebahagiaan setiap harinya. Terimakasih atas semua modalnya, batu bata penyusun pondasi karir saya. Dari hati yang terdalam, tanpa mas-mas mba-mba bapak-bapak ibu-ibu, saya bukan siapa-siapa...

Read More

Sunday, May 1, 2016

When Everything's Wrong, you Make it Right

Caressing your hair and touch your face is the best medicine for me. Rasanya seperti ada es batu yang meleleh di atas kepalaku yang kerap panas dan meletup-letup ini. Tertawa bersamamu, menghabiskan waktu yang tak seberapa banyak itu berdua denganmu, mendinginkan segala emosi dan darah yang meninggi.

Setiap hari, akan selalu ada beban yang harus diselesaikan, masalah yang tak ada habisnya datang, dan juga banyak hal yang menunggu untuk diperhatikan. Rambutku rontok semakin parah, kerut di wajahku semakin bertambah. Jika bukan karena kamu dan segala hal menyenangkan yang kita lakukan bersama, mungkin aku sudah gila dari dulu.

Dear C

Thankyou for everything. Untuk semua waktunya selama ini, mendengarkanku yang sering tempramen ini dan bertahan bahkan setelah 7 tahun lamanya. Kamu selalu bisa meredam aku, dan membuatku tersenyum lagi. Kamu bisa mengerti aku yang sangat sangat kaku dan emosional ini, mengimbangi sifatku yang obsesif dan unstoppable. Jika bukan kamu, pasti sudah menyerah dari dulu. Menghadapiku butuh berjuta kesabaran, dan beribu cara untuk menenangkan aku yang seperti bom waktu.

Tapi kamu tidak mengatakan bahwa aku adalah bom waktu. Kamu bilang, aku itu seperti kembang api. Penuh kejutan dan warna warni. Kamu sampai tak habis pikir, dari mana saja ideku datang yang aneh bin ajaib itu. As you know, aku hidup dari ide. Dengan ide dan kreativitas, aku mencari sesuap nasi. Jika bukan kamu, mungkin sudah menganggapku gila.

Saat aku berkata hal-hal yang terdengar khayal dan tak terjangkau oleh nalar, kamu mendengarnya dengan seksama. Saat aku mulai merajut mimpi yang tinggi, kamu ada di sampingku untuk membantu membuatnya menjadi nyata. Jika bukan kamu, mungkin sudah kelelahan mengejarku yang berlari luar biasa cepatnya.

You are more than partner, you are the best partner ever. Terimakasih atas segala kegilaan selama ini, segala hal-hal penuh adrenalin yang kita lakukan bersama. Kamu mengajariku untuk nggak malu berkenalan dengan orang baru. Do you remember dulu aku selalu bersembunyi di balik punggungmu?

Kamu berkata bahwa sekarang aku banyak berubah. Sudah nggak pernah tantrum, lebih mengerti, nurut dan bisa diajak bicara. C, i am 26 years now and i am growing old, changing myself to be better and better day by day. Thankyou for appreciate that, C :")

When everything's wrong, you always make it right. Thankyou sudah jadi es batu yang mendinginkan aku. Sudah jadi bahu untuk sandaran saat aku lelah. Dan teman yang selalu ada untuk berbagi senang ataupun susah.

In another life, i still want you to be my partner, for ever.
Read More

Monday, April 25, 2016

This is Just the Way i Always Wanna Feel...

We rarely spend time together. Kalau nggak aku yang pergi pagi pulang pagi karena banyak kerjaan, ya kamu yang lembur ga abis-abis. Yaudah gapapa, biaya hidup emang mahal kok :D

Tapi saat kita berdua punya waktu luang, menghabiskannya denganmu adalah hari yang menyenangkan dalam hidupku. As always, mendengarkan kamu bercerita atau berbagi bercandaan nggak pernah jadi membosankan. It's just...you know, sesuatu yang ngga akan aku bisa beli dan cuma bisa aku dapetin kalo pas sama kamu :)




Kita sama aja sih sebenernya, kalau lagi suka sesuatu pasti itu terus deh yang dibeli. Kali ini ada yang ngeyel pengen makan Mie Aceh lagi. Udah keliling ke tiga restonya tapi tutup semua. Yowes nyerah, tapi tetep temanya makan mie, mie ayam. Dua mangkuk, really, C? Belum makan dari taun kemarin ya :)))

Abis makan mie ayam, galau mau ke mana. Ngopi kok masih sore banget,mau balik kan baru pergi belum juga sejam :( Akhirnya mampir kantor, sidak anak-anak yang shift minggu :p Eh malah bablas ngobrol-ngobrol dan...ya apalagi kalo nggak selfie hahaha. Astaga betapa aku pengen waktu berhenti pada saat aku menghabiskannya sama kamu, serius!

Kelar dari kantor, kamu pengen es krim. Apa sih yang nggak buat kamu, C? Dua scoop gelato dengan rasa yang kamu pilih sendiri, mewarnai sore santai sambil menikmati sepoi angin dan matahari tenggelam.

"Enak?" Tanyaku melihatmu menyendoki es krim dengan wajah riang.

"Enak sih, di Gili Trawangan ada es krim yang enak juga," jawabmu.




Iya deh yang abis jalan-jalan keliling Indonesia, beli es krim aja sampe ke Gili Trawangan hahaha. Yaudah deh, ngobrol lagi masalah drone orang Indonesia dibanting sama bule di Alila Seminyak. Well, aku senang kita punya jiwa superior yang ga akan mau ngalah sama siapapun. Soalnya sama-sama mau nonjok itu bule kalo kita ada di posisi pemilik drone LOL.

Tapi segala hal yang menyenangkan selalu punya akhir, dan aku kembali melepasmu pulang, untuk bertemu lagi entah kapan. Kapan-kapan kalo sama-sama udah cukup tidur ya :p. Thankyou, C. Sudah membuatku bahagia luar biasa. This is Just the Way i Always Wanna Feel...
Read More

Saturday, April 23, 2016

"Besok Pulang"

I am not kinda cheesy person, for sure. Tapi kalo udah bersangkutan sama yang namanya kangen, bisa baper nggak abis-abis. Bahkan sampe kamu bilangnya "kamu kok tantrum sih kalo kangen?"

Trus kalo udah ketemu, baru juga liat wajahnya, seketika rasa jengkel-pengen nangis-kesel hilang semua. Refleks langsung lari ke bawah (kalo jemput ke kos) begitu melihat kamu dateng. It's just...you know, ada kembang api yang meletup saat tau semua kerinduanku terbayar lunas sudah, saat bertemu denganmu.

Padahal sebelumnya, kamu pergi berbulan-bulan dan aku nggak segalau ini. Tapi kali ini, hanya sekadar meraih puncak Rinjani, dan rasanya seperti ber abad-abad kamu tak kembali. Lebay maksimal, mungkin otakku ini sudah agak geser (dikit) :)))

Then finally kamu ngasih kabar kalo udah turun dan saat aku bertanya "kapan pulang?" dan kamu menjawabnya "besok pulang kalo ada tiketnya ya."

Hampir saja aku loncat dari kursi saking senangnya. Finally my heroine is back! Addicted to you is a hardest things i should pass for the last 7 years. Thankyou sudah segera pulang karena tau di sini, ada yang udah tiap hari mau nangis karena kangen kebangetan :")

I love you another galaxy and back, heroine.
Read More

Sunday, April 17, 2016

Kamu dan Oreo

Obrolan saat makan siang tadi membuatku teringat akan satu hal. Tentang kamu dan snack di minimarket. Aku suka sirik sama kamu karena sebanyak apapun kamu ngunyah, tetep aja nggak gendut. Nah aku ini minum air putih aja bisa jadi lemak ahhaha :))).

Ada banyak snack yang kamu suka, mostly biskuit dan itupun karena aku yang makan duluan terus kamu ketagihan. Aku masih inget beberapa bulan lalu, pas kita mampir di alfamidi. Kamu ngeluh susah banget nyari biskuit krim keju yang dulu pernah aku bawakan buat kamu.

Love, biskuit itu memang jarang dijual kalo nggak di supermarket gede. Dan sengaja emang ga aku kasi tau, biar kamu ngerayu aku buat dibeliin :p #dikeplak. Iya, senyebelin itu aku ya :D

Tiap mampir ke minimarket, kamu pasti suka banget beli biskuit dan kopi kaleng. Oreo jadi salah satu favoritmu. Pasti ke mana-mana maunya ngemil itu. Pas dikenalin ke regal mini yang ada isi krim cokelatnya, langsung habis setengah bungkus dan besok-besok ngajak jajan itu lagi.

Kamu emang ngegemesin banget! Sampe rasanya pengen kucubit pipimu pake tang. Belom lagi ekspresimu kalo minta sesuatu, duh siapa deh yang bisa nolak? Aku selalu luluh sama tatapan matamu dan juga senyummu yang baby face banget itu.

Mungkin kamu nggak pernah tau, kenapa aku begitu memanjakan kamu. Karena kamu emang manja! Udah gitu tingkahmu itu lho, kalah deh anak kecil usia 5 tahun. Nggak 1-2x aku nanya sama kamu "Usiamu berapa sih? Heran deh!"

Tapi justru itulah yang membuat kita tetap menemukan kebahagiaan di hal paling sederhana. Karena menyenangkan punya seseorang untuk dicubit pipinya dan rewel minta biskuit. Dan karena aku nggak pernah marah meski kamu kadang cranky ataupun bad mood habis-habisan.

"You will never find someone that love you like i did to you-" me
"Maybe yes...-" you

Rinjani, baik-baik ya sama anak ganteng yang suka bawel kalo laper :)
Read More

Friday, April 15, 2016

Ketika Harus Melepasmu Pergi (Lagi)

Rasanya baru kemarin, kamu bilang mau cuti dan melakukan perjalanan across nation. As always, kamu selalu memberitahu hal-hal yang akan membuatku sedih, dekat-dekat hari H nya dan dalam suasana bahagia. Entah karena kamu takut melukaiku, atau memang itu cara terbaik untuk tidak membuatku berat melepasmu.

Dan rasanya seperti sekejab mata, 4 bulan aku melepasmu pergi, menjelajahi Indonesia sepuas yang kamu mau. Aku sengaja tidak mengubungimu, karena aku tau itu menyakitkan. Meski kamu rutin mengirimkan foto atau video aktivitasmu di sana, tetap saja aku tidak bisa menemuimu saat itu juga. Aku melanjutkan hidup, terbiasa tanpa ada kamu di sini.

Kemudian kamu pulang, masih dengan penampilan yang sama. A messy hair, short and t-shirt. Bedanya, kulitmu agak coklat, berbeda dengan dulu yang putih bersih karena jarang tersentuh sinar matahari. Kamu bahagia, segala hal yang kamu inginkan akhirnya bisa menjadi nyata.

Missing you was dark grey all alone. Kamu tidak pernah tau, selalu ada detak jantung yang berdegup lebih cepat ketika menunggu waktu untuk bertemu denganmu. Selalu ada kebahagiaan yang belum bisa tergantikan dengan apapun juga, saat menatap matamu langsung, bukan dari videocall atau foto.

Everyone said i am stupid because i love you more than everything. But nobody understand, how happy i am when you around me. You are the reason why i never stop to run faster. Because i know, we can't stop at the same point everyday.

Minggu ini, aku harus melepasmu pergi (lagi). Meski tidak sampai satu bulan, tapi ternyata toh aku masih saja berat untuk kembali jauh denganmu. I always hate the distance, even technology always make us keep in touch.

But it's okay, as i always said to you, my happiness as simple as your smile. Your happiness over everything, love. Terimakasih sudah jadi anak manis beberapa hari ini, dengan segala tingkah ngegemesin dan pandangan penuh arti saat kita menghabiskan waktu berdua.

Take care there, pulang lagi dengan penuh senyuman, ya. Habis itu kembali kerja lagi, yang semangat! Nanti jajan teh tarik bubble sama mie aceh lagi. I always count on you. Rinjani, baik-baik ya sama Harry Styles kw100 nya :))
Memorizing you was as easy as knowing all the words to my old favorite song...

Read More

Sunday, March 27, 2016

Counting Days

Tahun lalu, di hari ulang tahun saya ada sahabat yang menikah, 3 sekaligus pula! Bisa dibayangkan dari bangun pagi sampai sore, marathon kondangan dari Kota Pacitan di ujung barat hingga timur. Sampai lupa kalau hari itu saya bertambah usia, dan kegembiraan saya sudah tersalurkan dengan bertemu banyak teman dan makan enak tentunya :p

Tahun ini sepertinya bakalan sama. Di hari lahir saya, ada sahabat yang menikah. Malam minggu pula, waduh saya hemat budget deh gaperlu bikin pesta. Udah dipestain tuh sama Mba Mila hihi XD.

Dalam edisi masih sama seperti 2 tahun sebelumnya, tahun ini belum menikah dan masih single. Saking fokusnya ke mana-mana, sampe lupa dong ya punya pacar #kesindirmeme wakakaka. Yaudah gapapa, yang penting sehat dan lancar kerjanya, self :)

Entah kenapa, saya semakin nggak mikirin tentang birthday things. Boro-boro bikin rencana ultah mau ngapain sih, tidur on time aja jarang [?]. But it's okay, itu tandanya hidup saya dipenuhi dengan hal-hal bermanfaat. Iya, Titasya emang pinter banget ngeles :D

Dear self,

Jaga kesehatan ya, karena kamu nggak akan bisa beli hari-hari yang terlewat karena harus bedrest sakit. Pun uang hanya bisa membeli obat, bukan kesehatan. Jangan lupa buat merawat diri, karena baju udah banyak yang ga cukup itu lho :"(

Bersyukur ya, karena masih terbangun di atas kasur yang empuk di kos, sarapan bisa milih-milih, dan naik motor ke mana-mana. At least, sandang pangan papan aman terkendali. Pertahankan ya!

Be happy, karena kebahagiaan yang hakiki datang dari diri sendiri. Happiness depends upon yourself. Jangan biarkan hal-hal kecil ngerusak mood dan akhirnya uring-uringan. Inget wrinkle!

Stay young, kamu masih muda. Baru 26 tahun, masih banyak yang bisa kamu lakukan. Party on board, diving ke Lembongan, berenang sampe gosong dan seterusnya. No worries, nggak cuma kamu di dunia ini yang usia 26 masih available dan belom kepikiran menikah :p

Keep in faith, do whatever you want and improve yourself to be better day by day.

Kata Taylor Swift, kudu terus feeling 22. Kata mantannya mbak Taylor di 1D, live while we're young. I counting the days because i know, this is my year!


Read More

© I'm Fireworks!, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena