I'm Fireworks!

World Through my Words

Monday, April 23, 2018

Rekomendasi Toko Oleh-Oleh di Tokyo Solamachi, Menggoda Untuk Semua Dibeli

Liburan ke Tokyo, Jepang tidak lengkap kalau belum berbelanja oleh-oleh untuk dibawa pulang. Baik itu gantungan kunci, mechandise, souvenir, tempelan kulkas hingga aneka snack, kue dan cokelat. Satu hal yang istimewa dari negeri sakura, belanja di mana saja harganya sama! Jadi tidak perlu khawatir untuk membeli oleh-oleh di tempat yang bagus seperti Tokyo Solamachi, harga yang ditawarkan sama saja seperti toko lainnya.


Pantas jika Tokyo Solamachi disebut sebagai pusat belanja paling keren di Jepang. Letaknya ada di dalam menara Tokyo Skytree, jadi Anda bisa belanja dan menikmati Tokyo dari ketinggian. Tata ruangannya juga rapi, toko-tokonya berjajar dengan penawaran berbagai produk yang menarik.

Kali ini, ada rekomendasi untuk membeli oleh-oleh di Tokyo Solamachi. Ada banyak pilihan, ini kurasinya untuk Anda. Wah dijamin akan menyisihkan waktu seharian untuk berbelanja!

Tokyo Kyarakutaya

Jika kamu ingin mencari oleh-oleh yang menggambarkan Jepang, mampirlah ke Tokyo Kyarakutaya. Ada karakter-karakter asli Jepang dibuat menjadi pernak pernik. Lokasinya ada di Station Street, lantai 1F.

The Skytree Shop

Di sini kamu bisa menemukan aneka pernak-pernik yang berhubungan dengan Tokyo Skytree dan logonya. Yaitu bintang kecil dan towernya. Dibuat menjadi miniatur, boneka, kartu pos dan masih banyak lagi. Warna-warninya menarik! Tempatnya di Tower Yard lantai 1F.

Lupicia

Pulang ke Indonesia harus membawa oleh-oleh Japanese Green Tea yang terkenal dengan rasa dan aromanya yang segar. Beli di Lupicia saja, pilihannya variatif. Kamu bisa menemukan toko Lupicia di East Yard Tokyo Solamachi, masih di lantai 1F.

Sweets Heart Tree

Ingin bawa oleh-oleh coklat, snack dan kue dengan rasa lezat dan bentuknya lucu? Sisihkan waktu untuk memilih-milih ratusan jenis oleh-oleh sweet treats di Sweets Heart Tree! Tokonya memiliki nuansa warna merah muda, girly dan bikin betah. Lokasinya di lantai 2F, west yard ya!

Dongori Kyowakoku

Apakah kamu mencari oleh-oleh dengan nuansa karakter anime? Maka Dongori lah tempatnya! Lengkap dan tersusun rapi seperti toko-toko lainnya. Ada banyak pilihan, impian masa kecilmu pun menjadi nyata. Letaknya ada di East Yard lantai 2F.

Tomica Shop

Wah siapa yang tidak mengetahui tentang Tomica? Miniatur mobil dari Jepang ini terkenal di seluruh dunia. Adakah yang ingin kamu beli? di Tokyo Solamachi ada tokonya lho. Hati-hati tidak mau keluar dari sana saking bahagianya ya. Kamu bisa menemukan Tomica Shop di lantai 3F, West Yard.

Disney Store

Tidak sempat ke Disneyland atau ketika ke sana hanya punya waktu terbatas jadi belum belanja oleh-oleh? Tenang saja, karena ada Disney Store di Tokyo Solamachi. Langsung saja ke tokonya ya, ada di lantai 3F, Tower Yard.

Hello Kitty Japan

Karakter kucing perempuan yang imut ini kita sudah mengenalnya dari kecil. Wujudkan impianmu memiliki boneka Hello Kitty yang asli dengan membeli di toko resminya yang ada di East Yard, lantai 4F. Di dalamnya penuh dengan lautan Hello Kitty, kawaiii.



Bagaimana, apakah kamu sudah menyiapkan koper untuk membeli semua oleh-oleh bagus dari Jepang ini? Datang saja dari pagi, kamu bisa menikmati makan siang dan naik ke lantai atas Tokyo Sky Stree sekalian. Selamat Berbelanja!

Read More

Friday, April 13, 2018

Liburan ke Tokyo? Jangan Lupa Mampir Belanja ke Tokyo Solamachi!

Liburan ke Jepang tidak lengkap jika tanpa berbelanja oleh-oleh dan menikmati aneka snack yang renyah dan lezat! Tidak perlu bingung mencari tempat yang menyediakan itu semua, karena saat kamu ke Tokyo Skytree sudah ada pusat untuk berbelanja dan mencicipi aneka kuliner dan jajanan khas Jepang. Nama tempat tersebut adalah Tokyo Solamachi.

Tokyo Skytree

Dari namanya saja sudah terdengar kawaii alias imut.  Kamu akan terpesona saat menyusurinya. Toko-toko berjajar rapi, ramai sekali. Meski begitu, rasanya tiap counter ingin dihampir dan beli. Mulai dari tas dari bahan kulit yang dibuat secara manual dengan tangan (hand-craft) hingga Tokyo Banana dalam berbagai varian edisi spesial juga ada. 

Semisal kamu membeli Green tea cake, maka di toko tersebut kamu baru boleh berfoto. Nah sekarang kita membahas harga, bagaimana dengan harga barang yang dijual di Tokyo Solamachi?

Tokyo Solamachi
Jepang memang istimewa, kamu beli di mana saja, harganya sama. Jadi tidak perlu khawatir, siapkan uang sakumu, ada banyak pilihan oleh-oleh di sana. Ada juga 1 toko yang menjual jajanan zaman dahulu dan harganya juga terjangkau.

Mampir ke Tokyo Skytree memang seru, bisa menikmati pemandangan Tokyo dari ketinggian 450 meter, sekalian makan dan juga belanja oleh-oleh. Toko-tokonya lengkap, varian restorannya juga banyak. Ada toko aneka kue dan cokelat dengan nuansa pastel yang lembut, Toko dari merek favoritmu seperti Uniqlo hingga Zara. Dijamin seharian penuh tidak akan cukup untuk mengelilingi semua bagian dari Tokyo Solamachi!

Gate Masuk Tokyo Solamachi
Bagaimana dengan akses ke sana? Jepang terkenal dengan moda transportasi yang rapi dan juga terintegrasi satu dengan lainnya. Kamu bisa menggunakan Tobu Skytree Line yang langsung berhenti di stasiun yang ada di Tokyo Skytree. Hanya tinggal naik saja dan kamu sudah sampai di bangunan paling tinggi di dunia. Oh iya, Tokyo Skytree juga dekat sekali dari Kaminarimon, Asakusa.

Luangkan waktumu untuk menikmati Tokyo Skytree dan berbelanja di Tokyo Solamachi. Tidak perlu khawatir dengan harga, karena sama saja dengan tempat lainnya. Bonusnya kamu tidak perlu repot berganti-ganti kereta atau berjalan jauh dan juga teduh karena berada di dalam ruangan. Oh iya, ada toko mechandise Rilakuma juga lho. Daiso juga, serba 100 yen saja. Tambahan informasi yang penting: ada banyak toko di Tokyo Solamachi yang bebas pajak! Jadi harganya lebih Murah. Contohnya: Sweets Heart Tree, Samantha Vega, Baggage Gallery serta masih banyak lagi.

Sekarang sedang musim sakura di Jepang. Bunga-bunga cantik ini serempak bermekaran. Negeri ini penuh dengan warna putih dan merah muda. Nuansa di Tokyo Solamachi juga sama, ada dekorasi sakura yang indah luar biasa. Akses mudah dan pilihannya bervariasi, pilihan tepat untuk kamu semua.
Read More

Thursday, April 5, 2018

#TitasyaJapanTrip Rekomendasi Restoran yang Muslim Friendly di Jepang [Bagian Kedua]

Halo!

Setelah kemarin cerita tentang rekomendasi kuliner halal atau yang muslim Friendly di Tokyo, sekarang giliran Nikko. Apakah sulit? Ternyata tidak! Aku justru makan tiga kali sehari, menu internasional dan Japanese, semuanya enak-enak dan aman jaya. Terima kasih kepada dua hotel tempatku menginap di Nikko Area. Dua-duanya muslim friendly, bahkan di Nikko Chuzenji Kanaya Hotel disediakan matras yoga untuk sajadah ketika sholat dan kompas yang ditempel di mejanya.

Aku di Nikko selama 2,5 hari dan 2 malam. Kenapa setengah hari? Karena hari ketiga, pagi-pagi udah balik ke Tokyo hehe. Ada 6 kali makan selama di Nikko, akan kuceritakan di sini semua ya :)

Shizensaryo Meguri (Vegetarian Restaurant)

Hari kedua di Jepang, abis checkout hotel langsung naik kereta ke Nikko. Setelah sampai di Nikko Tobu Station, bisa titip barang sekalian sholat di sana. Loker dan prayer space ada di lantai dua stasiun. Alhamdulilah bisa 'bernapas' dulu sebelum mulai jalan-jalan. Titip aneka barang bawaan, absen dulu ke yang punya kehidupan lalu pilih jadwal bus hop on hop off yang cocok setelah itu. Oh iya jangan lupa, tiket bus buat explore Nikko Area bisa dibeli di Tobu Asakusa Station yah.



Objek wisata pertama yang dikunjungi adalah Nikkō Tōshō-gū Shrine, kuilnya agama Shinto. Gede banget, satu area ada beberapa bagian. Lalu ada naik-naik gitu dan bisa semacam hiking tipis-tipis karena berada di lereng gunung kalau tidak salah. Selesai tur di sana, langsung melipir buat makan siang.



Kali ini nyobain vegetarian restaurant. Pilihan paling gampil dan aman kalau mau cari makanan dan minuman muslim friendly. Menu makan siangnya tuh per-set jadi tidak perlu bingung pilih menu satu persatu. Pas datang, porsinya pas. Kebetulan aku terbiasa makan secukupnya.



Minumnya ada beberapa pilihan teh, siang itu kupilih honey tea, hangat manis dan segar! Dapat satu cangkir besar jadi bisa sekalian menemani obrolan setelah santap siang. Menu di vegetarian restaurant ini Japanese, lalu untuk menggantikan aneka ikan dan daging, ada semacam tofu yang dibuat sedemikian hangga, rasanya mirip dengan ikan. Sayurannya segar, nasinya gurih dan tentu saja favoritku hadir lagi: tempura! Hihi paling suka ubi goreng tempura. Ubi di sini rasanya gurih dan lembut.



Harge menu set vegetarian ini 1400-an yen termasuk minum. Lokasinya strategis, di pinggir jalan raya. Gampang dicari kok.

Nikko Chuzenji Kanaya Hotel

Untuk makan malam dan sarapan, aku ambil paket di hotel jadi semacam all inclusive gitu. Soalnya malas ribet dan lagipula, Nikko itu lebih kayak Uluwatu atau Nusa Dua kalau di Bali. Hotelnya didesain untuk memenuhi kebutuhan tamu dan juga tidak banyak semacam kafe atau restoran gitu di luar hotel.


Untuk makan malam, full set International yang pakai sendok dan garpu berderet-deret itu loh hehehe. Enak semua, dimulai dari Nikko yashiou trout marinade and Nikko Youba dilanjutkan dengan Mushroom Cream Soup lalu Sautee White Fish Onion and Celery Sauce kemudian masuk ke hidangan utama: Grill Lamb with Herbs and Bread Crumbs with Tomato Sauce plus seasonal salad. Penutupnya ada Dessert with Fruit. Oh iya semuanya halal yah.








Bagaimana dengan sarapan? Ada telur untuk dimasak sesuai pilihan lalu baby potato dan yogurt. Karena menu sarapan sebenarnya dengan bacon tapi karena tidak bisa dikonsumsi oleh Muslim jadi tidak pakai daging. Kamu bisa mengonfirmasinya kepada Waiters bahwa kamu tidak makan yang mengandung pork dan alcohol, nanti akan mereka sesuaikan.

Tobu World Square (Heian Restaurant)

Akhirnya bertemu dengan the most famous Japanese Food: UDON! Yeayyy udah penasaran banget seperti apa rasa Hot Udon di negeri asalnya? Ternyata di Tobu World Square ada dan halal. Alhamdulilah, ini salah satu yang kutunggu-tunggu. Ketika datang, porsinya semangkuk besar. Whoaaah, lengkap dengan bubuk cabai dan juga kuah yang melimpah. Ketika pertama mencoba kuahnya, langsung sumringah. Kuahnya bening dan gurih, udon-nya kenyal dan dimasak pas jadi tidak terlalu teras atau kematangan. Belum cukup? Masih ada tempura juga di dalam setnya. Makin bahagia deh.


Oh iya di sini ada beberapa pilihan menu. Terbagi menjadi dua yaitu hot meal dan cold meal. Sudah tau kan kalau soba dan udon memang bisa disajikan panas ataupun dingin? Untuk hot meal ada Yuba Soba Set dan Yuba Udon Set, harganya sama yaitu 1600yen per set.




Untuk cold menu variannya lebih banyak. Ada Yuba Soba Lunch Box, Yuba Udon Lunch Box harganya sama yaitu 1600yen per set. Untuk Tempura Soba dan Tempura Udon 1300yen per set dan Yuba Sashimi and Soba serta Yuba Sashimi and Udon 1200yen per setnya.

Nikko Kanaya Hotel

Untuk makan malam dan sarapan pagi, aku menikmati menu hotel aja. Oh iya pindah hotel soalnya besok paginya harus balik ke Tokyo dan cari yang lebih dekat ke stasiun kereta. Kalau kamu melihat jembatan merah yang iconic di Nikko, Nikko Kanaya Hotel terletak di atas bukitnya.



Menu makan malam, international menu juga. aku paling suka pumpkin and soymilk soupnya. Tasty dan tidak eneg, juara! Ditutup dengan assorted fruit, ketemu stroberi lagi, bahagia hehehe. Kalau ada kesempatan, aku bakalan balik ke Jepang lagi dan petik stroberi lagi. Rasa buahnya itu lho, manis dan seger, susu kental manis yang buat celupannya juga enakkkk #gagalmoveon








Bagaimana dengan sarapan? kurang lebih sama dengan sebelumnya tapi kali ini ada dagingnya yaitu chicken fillet dimasak light roasted gitu. Oh iya jika menginap di jaringan Nikko Kanaya Hotel di Nikko Area, jangan lupa mencicipi their famous and legendary bread. Dimakan sama apa aja cocok, bahkan cuma dicemil gitu aja udah oke. Jadi roti ini tuh disajikan juga pas makan malam, iseng-iseng kucelupin ke pumpkin soup tadi, dan cocok abis.






Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi saat liburan ke Jepang. Sudah banyak hotel, restoran dan kafe yang menyediakan menu halal atau muslim friendly. Yuk kapan ke Jepang?
Read More

Saturday, March 31, 2018

#TitasyaJapanTrip Rekomendasi Restoran yang Muslim Friendly di Jepang [Bagian Pertama]

Haloooo

Lama nggak ngeblog, dateng-dateng langsung berencana ngepost borongan karena banyak yang mau diceritain hehehe. Sejak resign dan memutuskan untuk menjadi #fulltimetraveler , i travel a lot. Akhirnya mata ini ngga liat layar laptop melulu. Meski sempat 'libur' untuk istirahat selama 8 minggu karena kaki bengkak, faktanya juga kerjaan masih mengalir deras. Terjadilah baru sempat ngeblog huhuhu.

Nah minggu lalu, aku abis dari Jepang. Ada business trip, lalu sisa waktu kumanfaatkan untuk jalan-jalan. Berhubung pengen liat salju, yang terdekat ada di Nikko (Tochigi Prefecture). Prefecture ini semacam Provinsi kalau di Indonesia. Konon kata aplikasi perkiraan cuaca, tanggal 21 Maret adalah last snow day in Nikko. Tidak pakai pikir panjang, langsung dah melipir ke sana.



Nikko ini sepertinya belum terlalu populer bagi wisatawan dari Indonesia. Padahal hanya 2 jam saja loh naik kereta dari Tokyo. Mana pemandangan sepanjang jalan bagus banget. Ijo-ijo dan pegunungan gitu. Soalnya Nikko berada di antara gunung-gunung. Jadinya kayak Kota Wisata Batu gitu kalau di Indonesia. Hawanya sejuk, banyak rumah-rumah mungil dan cantik, tidak macet dan objek wisatanya macem-macem. Mulai dari theme park sampai air terjun dan danau tuh ada. Nggak nyesel deh memutuskan untuk short getaway ke sini.



Bagaimana cara ke Nikko dan pakai transportasi apa selama liburan di sana, akan kuceritakan di blogpost terpisah ya. Kali ini aku mau berbagi dulu mengenai restoran yang muslim friendly. Udah tau kan kalau syarat makanan halal tidak hanya tentang no pork? Juga tidak boleh ada alkohol dan aneka daging-dagingan yang hidup di dua dunia. Bahkan sapi, ayam, kambingpun jika disembelih bukan oleh Muslim yang menyebut Bismillah terlebih dahulu, Ahli Kitab dan Yahudi (jika tidak keliru), juga tidak boleh kita konsumsi.

Bahagianya, ternyata di Nikko dan Tokyo cukup banyak restoran yang menyediakan menu muslim friendly, bahkan beberapa di antaranya bersertifikat halal. Jadi tidak perlu khawatir kelaparan apalagi nggak bisa kulineran. No no no, aku aja udah nyobain udon, tempura, macem-macem dan semuanya amaaan.

Yaudin karena prolognya udah sepanjang jalan kenangan, langsung cuss aja ya. Kumulai dari Tokyo Area dulu okay?

Tokyo

Verdure Restaurant (Tobu Hotel Levant Tokyo)

Hari pertama datang, setelah nyampe langsung meeting. Herannya nggak capek loh! Mungkin karena udaranya dingin seger trus excited banget yak main ke Jepang hehe. Malam itu nginep di Tobu Hotel Levant Tokyo. Surpriseee dapet kamar dengan Tokyo Skytree view.

Paginya sarapan tinggal turun ke bawah aja. Desain interior hotel ini classy dan terkesan mewah gitu. Tempat untuk buffet breakfast ada di Verdure Restaurant. Pas memilih-milih makanan, terkesan dengan usaha mereka untuk memudahkan Muslim yang menginap atau sarapan di sana. Di setiap pilihan menu makanan disediakan label. Jadi misal sup, nanti ada label, kalau ada kandungan tersebut di sup, warnanya cerah. Kalau tidak ada, berarti gelap. Kalau di tanda tersebut ikon udang, ayam, kedelai berwarna terang berarti di dalamnya ada 3 bahan tadi. Kalau ikon babi, alkohol misal berwarna terang, juga ada bahan tersebut. Kalau gelap berarti tidak ada.



Ini sangat memudahkan lho jadi tidak perlu bertanya ke petugasnya, ini halal atau tidak? Bayangkan ada berapa banyak pilihan makanan kan repot ya kalau harus bertanya satu persatu. Pagi itu aku memilih Vietnam noodle, fruit salad, pasta, green tea cake, tofu dan masih banyak lagi. Alhamdulilah, semua enak dan oke buat dikonsumsi Muslim.


Alamat: 1 Chome-2-2 Kinshi, Sumida, Tokyo

Minokichi (Tobu Department Store)

Restoran ini letaknya di lantai 15F Tobu Department Store yang terletak di Nishiikebukuro, Toshima, Tokyo. Jadi dari Bandara Narita, aku naik kereta lalu turun di stasiun Ikebukuro. Turun dari kereta, tinggal naik aja ke atas dan langsung ketemu dengan Department Store lho! Aku terkesan banget, apalagi begitu sampai ke Minokichi Restaurant.



Letaknya ada di lantai 15, yang merupakan salah satu lantai untuk restoran-restoran semi fine dining atau fine dining di Tobu Department Store. Menu yang disajikan adalah Japanese Food yang semuanya belum pernah kucoba sebelumnya. Kami mendapatkan ruangan tersendiri, dengan pemandangan lepas ke city view. Suasana ala Jepangnya terasa sekali, lengkap dengan pintu geser dan lemari untuk menyimpan mantel tebal yang aku pakai.



Hidangan disajikan berurutan dari sup sampai ke buah penutup. Semuanya muslim friendly, enak dan hangat. Pas sekali karena sampai tokyo, suhu udara masih sekitar 10-11 derajat celcius. Aku suka nasi yang dimasak dengan rebung dan juga sup ikannya. Bikin gagal move on sampai sekarang soalnya enak bangeeet dan belum nemu yang begitu di Indonesia hehehe.


Alamat: Tobu Department Store Ikebukuro 〒171-8512 1-1-25, Nishiikebukuro, Toshima-ku, Tokyo

Amara Indian Restaurant (Tokyo Solamachi - Tokyo Skytree)


Hari keempat di Jepang, saatnya kembali ke Tokyo. Sebelum ke bandara, aku ke Tokyo Skytree dulu. Di Tokyo Solamachi (nama untuk kompleks restoran dan pertokoan di dalam Tokyo Skytree) ada restoran dengan masakan khas India yang menyediakan menu Halal. Tidak hanya muslim friendly, tapi sudah bersertifikat halal oleh Japan Halal Association.



Ada banyak varian menu halal yang ditawarkan, semuanya dengan rasa yang otentik. Kenapa bisa seperti itu? Rupanya kokinya adalah koki handal dan seorang Muslim. Pantas saja bisa menyajikan aneka kuliner bercitarasa India asli yang lezat dan halal ya.



Untuk menu makan siang, ada 2 set menu yang ditawarkan. Set pertama harganya 1520 yen, isinya ada salad, chicken tikka, sheek kabab, mix veg curry, chicken curry dan nan atau saffron rice (boleh pilih). Sedangkan untuk set kedua harganya 1900 yen, isinya lebih banyak lagi. Ada salad, chicken tikka, sesame prawn, poriyal, sag panir, prawn curry, chicken curry, cheese nan atau saffron rice dan dapat dessert juga. Aku pesan yang set kedua.



Ketika pesanan datang, langsung penasaran dengan mangkuk berisi kuah berwarna hijau. Bagaimana ya rasanya? Aku mikirnya pahit atau bagaimana, begitu dicoba ternyata nggak. Justru rasanya gurih, sedikit pedas dan manis. Kamu harus mencobanya, dijamin kenyang deh makan siang di Amara Restaurant ini. Menunya masih familiar dengan lidah orang Indonesia, seperti kari, saffron rice atau nasi kuning, ayam bumbu kari, udang goreng panir dan juga nan. 
Alamat: 1 Chome-1-2 Oshiage, Sumida, Tokyo
Wah ternyata udah panjang juga ya hahaha. Well, semoga membantu ya. Jangan khawatir lagi liburan ke Jepang, banyak menu halal atau muslim friendly yang bisa dicoba. Untuk kuliner selama di Nikko, ada di blogpost selanjutnya. Terima kasih sudah baca :)
Read More

Thursday, January 18, 2018

Perjalanan Usai (Hampir) Melepas Segalanya

Menulis adalah cara bagi banyak orang untuk mengabadikan cerita dan pengalaman berharga.

Titasya Anugraheni adalah tipikal anak kantoran banget. I mean, aku sudah kerja kantoran sejak usia 23 tahun. Meski sempat keluar, lalu back to office again beberapa kali tapi tetap saja ritme mon-sat 9-5pm (minimal LOL) sudah dilakukan bertahun-tahun. Tentu saja banyak yang harus disesuaikan ketika memutuskan untuk keluar dari perusahaan yang sudah dibangun dari nol dan mengulang lagi (hampir semuanya) dari awal.

Aku selalu percaya bahwa hanya diri sendiri yang tahu keputusan terbaik untuk diambil. Setelah memikirkan berbulan-bulan, akhirnya awal Oktober 2017 resmi mengajukan pengunduran diri dari Travelingyuk, sebuah startup online media yang fokus di bidang pariwisata. Bagi banyak orang, langkahku dianggap 'gila.'

Akhir tahun 2016, aku juga melepas kepemilikan di dua startup lain yang telah diakuisisi total oleh venture capital. Alasannya karena ingin fokus di Travelingyuk saja, dan juga otak ini terbatas jika harus mengurus banyak hal dalam satu waktu. Tak lama setelah itu, media yang kurawat sejak masih newborn ini juga diakuisisi sekian persen sahamnya oleh orang-orang super keren dan handal di bidangnya.

Tidak pernah ada mimpi sedikitpun, bahwa pekerjaan yang dilakukan secara kecil-kecilan di kantor sederhana di Malang ini punya potensi sebesar itu. Setelah semua proses akuisisi, terbentuklah PT Traveling Media Network, even they choose this name based my suggestion! Aku satu-satunya perempuan di antara 8 pemilik saham lain. For the first time in my life, namaku tertulis di sebuah dokumen sah, sebagai salah satu pemegang saham, bersama orang-orang hebat yang sudah sukses punya perusahaan besar di Jakarta.

Ternyata hati ini berkata lain, singkat cerita akhirnya benar-benar tidak lagi punya kepemilikan di perusahaan apapun. Keluar total dari dunia online media, memulai lagi hidup dari awal. Sebuah keputusan yang membawa banyak perubahan.

Apakah perubahan itu ke arah baik atau buruk? Tergantung dari mana melihatnya. Jika kamu melihat dari sisi sekarang berjuang lagi dari bawah, tentu saja hal tersebut terlihat susah payah sekali. Seperti sudah punya rumah, ditinggal begitu saja dan membangun gubuk baru.

Tapi kalau kamu memandangnya dari sisi pilihan hidup, maka ini seperti kembali ke jalan yang diinginkan. Kembali menjejakkan langkah di rute yang seharusnya, dan lebih bersemangat dari yang sebelumnya.

Setelah menutup buku dan membuka lembaran baru, tentu saja kehidupan juga berubah. Kini punya waktu untuk eksplorasi banyak hal yang sebelumnya hanya ada di angan-angan. Menekuni berbagai aktivitas yang di masa lalu tersimpan di catatan saja.

Lalu ke mana Titasya setelah tidak lagi berkutat dengan pageviews setiap hari? Let me thrilling you:

  • Tidur dan bangun lebih awal! Kemewahan tersendiri, sembari mengembalikan daya tahan tubuh yang sempat kacau kemarin-kemarin.
  • Olahraga, yang dulunya memang malas ya sampai sekarang masih (agak) malas. Lagi nyoba untuk balik rutin body shaping lagi, however rasa percaya diri datang dari kepuasan diri sendiri kan?
  • 1 minggu menyelesaikan 2 buku. I AM BACK! Banyak buku yang belum tuntas ditamatkan, 3 bulan ini kelar semua. Pikiran jadi lebih terbuka, wawasan juga nambah banyak. Targetnya sih tahun ini bisa baca minimal 5 buku dalam satu bulan, doakan ya.
  • Membesarkan bisnis katering Mama. Kami mau launching produk frozen food. Sebaik-baiknya manusia, adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Semoga dengan menambah varian yang dijual, bisa mengajak lebih banyak orang yang membutuhkan pekerjaan untuk bekerja di sini.
  • TRAVELING, A LOT. Now i can take minimum 10 days vacation. Sipping coconut, enjoy sunset, beach hopping, repeat.
  • Membangun bisnis di bidang yang tidak berputar di media lagi. So exciting!Slow but sure, membuang jangkar di mana-mana, melabuhkan banyak proyek di seluruh Indonesia. I will tell you at the right time, promise!
  • Pulang sesering mungkin, tanpa perlu mikir cuti dan meninggalkan kantor. 
  • Bertemu lebih banyak orang, merajut networking dan tentu saja: orang yang panjang umurnya adalah yang rajin bersilaturahmi bukan? 
  • Taking diving course. Ingin naik level, rencana jangka panjangnya sih bisa nyelam di mana aja. Karena pengen traveling ke Indonesia Timur, jadi ini urgensinya lumayan. IH ALASAAAN :p, but seriously, sekarang bisa ga pegang hape/laptop beberapa hari dan dunia ini baik-baik saja!
  • And still counting.
Kadang kita membuat keputusan yang 'gila' menurut orang lain. Tapi tanyakan pada dirimu sendiri, inikah yang terbaik? dan banyak-banyak berdoa minta petunjuk kepada Tuhan YME. Percayalah, hanya kamu dan Tuhan yang tahu, apa yang harus diteruskan, dihentikan, dibawa dan dibuang.

Hampir melepas segalanya, memulai dari awal, dan entah apalagi kegilaan yang akan aku lakukan. Rasanya seru banget, welcome 2018, new adventure, many things to try!
Read More

Sunday, October 15, 2017

Whatever Will be, Will be

Touching him was like realizing all you ever wanted was right there in front of you.

Pernahkah kamu mencintai seseorang, hingga rasanya sekian tahun berlalu dan rasa kepadanya tidak berubah sedikitpun? Atau sesederhana, seperti apapun dia dan kamu tetap melihatnya dengan pandangan yang sama.

Waktu berdetak, ada bentangan jarak. Berjalan ke depan, mencoba untuk menjalani kenyataan. Melepaskan yang kala itu sepertinya bukan jadi takdir, susah payah mengusir segala rindu yang hadir. Setelah akhirnya mampu melewati semuanya, justru semesta memberikan tanda bahwa dialah orangnya.

Dia yang sudah direlakan untuk bahagia, dia yang sudah melangkah entah ke mana. Datang lagi, dengan jawaban yang ditunggu sekian lama. Jawaban yang tak kunjung didapatkan sebelumnya, yang disimpulkan menjadi "tidak" pada akhirnya.

Namun sekarang, ternyata semuanya semakin jelas di depan mata. Dia memberikan jawaban seperti yang diinginkan, meski terlambat sebenarnya. Tapi bukankah, ini bukan soal berapa lama yang dihabiskan untuk menunggu? Tapi bagaimana hasilnya. Benarkah begitu?

Ketika jatuh cinta, seolah seluruh bunga bermekaran pada hari yang sama. Saat kehilangan, satu demi satu kuntumnya berguguran, meninggalkan gersang dan luka.  Justru di hari ini hujan datang lagi untuk menumbuhkan kembali yang telah mati, badai bimbang mengiringinya.

Takdir tidak ada yang tahu, bahkan esok hari selalu jadi misteri. Rasa khawatir berlebihan memang hanya akan membebani diri sendiri. Berserah pada Tuhan dan membiarkan Ia yang memberikan hasil akhir yang terbaik adalah keputusan paling tepat saat ini.

Apapun yang akan terjadi, terjadilah. Jika memang garisnya, akan dipermudah meski sesulit apapun bayangan di benak. Yang keras akan melunak. Jalan yang pahit akan berangsur enak. Percaya dan percaya. Tuhan paling tahu segalanya.

When I still see it all in my head, Loving him was red 
Read More

Tuesday, March 21, 2017

[Fiction] Firasat

Kamu menerawang, memandangi sebuah foto yang mulai usang. Potret kelulusan SMA, dengan seragam dicoret-coret dan senyum bahagia. Sebagai seseorang yang mengenalmu bertahun-tahun tentu aku ingin tahu. Bagaimana sebuah kepingan kenangan yang telah terlewati belasan tahun lalu, masih tersimpan rapi?

Duduk di sisimu, aku mulai bertanya. Apakah ada cerita istimewa di balik selembar potret yang sudah terlipat di berbagai sudutnya. Kamu menoleh, dan memulainya dengan suara lirih. Ini bukan sekadar memori sederhana, tapi sebuah jawaban kenapa selalu ada lubang di hatimu yang tak pernah bisa kututup dengan apapun.

"Aku tidak akan pernah percaya dengan yang namanya firasat, jika bukan karena kejadian hari itu. Satu bulan sebelum ujian akhir dimulai, dan tak terbayangkan jika dia tidak mengajakku pulang."

Tanpa ada keinginan untuk menyela, aku membiarkanmu membuka sebuah buku berdebu yang sudah tertutup lama, mengingat masa lalu yang ingin sekali kamu lupa.

"Kamu kelas satu kan dulu pas aku kelas tiga? Mungkin kamu masih ingat, dulu ada lomba antar sekolah dan suporter SMU lain membawa rokok dan miras ke kantin kita. Teman-teman mengajakku untuk ikut menikmatinya. Tentu saja jawabannya adalah iya, namun baru melangkahkan kaki ke halaman belakang, Hana datang ke kelas dan dia mengajakku pulang...Dia bilang kalau butuh tebengan karena tidak membawa motor sendiri."

Jantungku berdegup kencang, jadi ikut menggali ingatan dan melempar diriku ke hari itu.

"Lalu kami pulang, kemudian aku terpikir untuk kembali ke sekolah. Namun entah kenapa saat sampai di rumahnya, rasanya belum ingin beranjak. Memandangi wajahnya yang masih segar meski terik siang mengalihkan semua rencanaku untuk bergabung dengan teman-teman. Akhirnya hingga sore hari, kami menghabiskan waktu di teras rumahnya, memainkan gitar dan bernyanyi seperti biasanya."

Kisah terus berlanjut, ternyata teman-temanmu tak lulus ujian sekolah karena ketahuan melakukan tindakan di luar batas kala itu. Saat pengumuman kelulusan, Hana datang dan memandangmu dengan mata berbinar serta senyum menawan. Dia tidak pernah menyangka bahwa ajakannya untuk pulang bersama, ternyata menyelamatkan kekasihnya dari tragedi buruk.

"Sekolahku selesai, berarti kami akan berpisah. Usai merayakan kelulusan dengan teman seangkatan, rupanya dia masih menungguku di taman sekolah. Firasatnya membuatku sadar bahwa cinta kami lebih dari sekadar cerita masa SMU. Sejauh apapun nanti pergi untuk kuliah, kehilangannya bukan pilihan. Dan ya, kami menjalani hubungan jarak jauh yang semakin membawa banyak alasan kenapa aku dan dia, adalah simpul mati yang ditakdirkan tak terurai lagi."

Dengan kondisi serba sulit, kalian bertahan diterpa banyak sekali ombak besar. Hingga Hana sakit dan koma, bermodalkan sisa-sisa rupiah yang kamu punya, jarak kotamu dan tempatnya dirawat seolah tak jadi masalah. Seperti nyawa sudah berada di ujung kuku, ketika akhirnya ia membuka mata, ada rasa lega tak terkira akhirnya merebak di hatimu.

Bagian demi bagian terus mengalir, aku kini mengerti kenapa Hana bukan hanya perempuan di masa lalumu. Dia adalah firasat penyelamatmu, kamu adalah semangat di alam bawah sadarnya. Masih ada satu fotomu bersamanya tersimpan di selipan buku, sebuah kenangan yang kamu tahu tak bisa terulang lagi di masa depan.

Memelukmu dengan hangat, adalah satu-satunya cara membuatmu tahu bahwa cintaku juga setulus itu. Dia adalah cuilan yang hilang dari hatimu, seumur hidup mungkin tak tertutup. Melepasnya pergi selamanya, adalah pukulan terhebat yang menghantam seorang Prama.

Bagimu, Hana tak terganti. Bagiku, hal tersebut membuatku sadar bahwa kamu bisa mencintai hingga sedalam samudera.

Setiap minggu, buket bunga di makam Hana selalu diganti dengan yang baru. Aku tahu, itu kamu. Firasatnya membawamu punya kehidupan lebih baik di hari ini. Cintamu, membawa kedamaian untuknya hingga akhir waktu.

Inspired by Firasat-Dee
Read More

Minutes to Midnight

Tinggal di lantai dua, lengkap dengan balkon plus suhu udara dingin membuat malam ini terasa berbeda. Dua hari penuh nggak keluar kosan sama sekali karena demam ditambah sakit kepala (udah macem iklan obat aja), menghirup segarnya oksigen yang tidak tercampur asap sepertinya jadi ide bagus. Setengah dua belas malam, saya beranjak menuju beranda lantai dua.

Hampir tidak ada kendaraan lewat di jalan depan, hening dan tenang. Ditemani kemerlip lampu dari menara apartemen depan, iPod di genggaman serta secangkir teh tarik, saya menarik kursi dan duduk di balkon. Mensyukuri hidup ada banyak cara dan salah satunya memang sesederhana ini.

Bali selalu menjadi rumah kedua yang nyaman untuk dikunjungi kapan saja. Malam ini, saya mendapatkan suasana itu, hanya beberapa meter dari kamar. Tepat saat lagu Everglow mengalun dari iPod ke telinga, ikut bernyanyi dan tersenyum selalu berhasil membawa kebahagiaan tersendiri.

Betapa hidup penuh dengan warna dan rasa, mengalir bagai air setiap harinya. Pahit manis, hitam putih, menyatu dalam nadi hingga kita mati. Di balik setiap beban ataupun pikiran, ada hikmah dan pelajaran untuk membuat diri jadi lebih dewasa, dari waktu ke waktu. Menjalani sisa usia  sepenuh hati, sepertinya menjadi pilihan paling tepat.

Ketika jenuh dan problema datang bersamaan, pernah terpikir untuk lari kemudian memulai sesuatu yang baru. Lalu apakah menutup paksa sebuah cerita lantas ke depannya semua baik-baik saja? Jawabannya adalah tidak. Selesaikan, biarkan jadi masa lalu, bukankah seharusnya begitu?

My friend said: masa lo gabisa sih melewatin masalah? lo jauh lebih hebat kali daripada beban hidup.

And it was true, seberat apapun itu akan hadir sebuah jawaban untuk mengakhiri semuanya jika kita mau berusaha. Someone also said: apa yang terjadi hari ini, biarkan tertinggal, tak perlu dibawa hingga esoknya. Yes, move on!
Masih sembari mendengarkan lagu-lagu terputar secara acak, perlahan senyum semakin mengembang. Ada banyak percakapan di Whatsapp, dengan teman dan keluarga. Isinya bercandaan, curhat, nyinyirin Ayu Tingting (((penting ya))) yang terakhir tentu saja bertukar cerita. Terlepas dari pekerjaan, ternyata saya masih punya kehidupan.

Cangkir sudah kosong, baterai pemutar musik sudah hampir habis dan beberapa menit lagi hari akan berganti. Saya beranjak, masuk ke dalam dan menutup pintu. Mengawali Selasa dengan tenang dan nyaman, sepertinya minggu ini bersahabat sekali.

21/3/2017
Read More

Monday, March 6, 2017

[Startup Series] Jadi Ibu Merupakan Pelajaran Seumur Hidup

Beberapa tahun, saya di posisi staf yang notabene tanggungjawabnya berkutat pada tugas diri sendiri saja. Selesai ya pulang dan apapun yang terjadi di kantor saya tidak perlu tahu. Pokoknya waktunya gajian ya nerima transferan, ada perubahan aturan ya diikuti. Hingga tanpa direncanakan sebelumnya, mendapat amanah untuk menjalankan pekerjaan yang lebih besar daripada sebelumnya.

Menjadi team leader, langsung di bawah CEO yang artinya semua staf yang pekerjaannya berkorelasi dengan konten (sempat di Boombastis, lalu ke Selebupdate, lalu ke Travelingyuk) adalah tanggungjawab saya. Dari sinilah, perjalanan sebagai seorang ibu dimulai. Ternyata, memimpin dan membuat sistem saja tidak cukup. Butuh lebih dari sekadar mengkoordinasi dan manajemen.

Tentu saja lamaa sekali saya masih bodoh dan banyak salahnya. Marah dan emosi adalah teman akrab sehari-hari, sampai pada titik capek sendiri. Begini amat sih cari duit, itu yang ada di dalam pikiran. Akhirnya membangun tembok, malas-malasan berkomunikasi. Jika ada kondisi yang tidak sehat, mulanya memang dari diri sendiri.

Bertambah umur itu pasti, tapi menjadi dewasa adalah pilihan. Perlahan saya mulai melihat apa yang bisa dilakukan agar kondisi membaik dan meminimalisir hal-hal yang tidak enak. Pertama, anak-anak di kantor bukan musuh saya. Kami keluarga dan bekerjasama untuk membuat apa yang dikerjakan ini berhasil. Jika terkadang merasa sebal satu sama lain itu hal yang biasa. Namanya manusia, berbeda-beda satu dengan yang lainnya.

Kedua, belajar untuk lebih rileks dan profesional. Santai saja karena masalah tentu akan datang silih berganti, selama bisa dihadapi dan diselesaikan maka jika sudah ya sudah. Profesional, tidak perlu sungkan untuk berbicara dan diskusi. Jika memang ada yang butuh ditegur, sampaikan saja dengan bahasa yang santun. 

Ketiga, melihat anak-anak sebagai manusia seutuhnya. Sama seperti saya yang punya hidup di luar kantor, mereka juga kan? Bisa jadi di rumah ada beberapa masalah atau kemungkinan lainnya yang membuat sikap mereka berbeda atau pekerjaannya tidak sesuai harapan. Mesin saja bisa diperbaiki, apalagi manusia yang bisa berkomunikasi? Tidak perlu khawatir.

Mengayomi mereka, mengerti dan mengenal satu persatu dari individu ini. Watak dan sifatnya bermacam-macam, rupa-rupa juga problematikanya. Berusaha untuk memahami dan tidak terjebak dalam kondisi tidak mengenakkan, adalah pelajaran seumur hidup yang ternyata menyenangkan. Kondisi jadi lebih kondusif, mulai saling memahami posisi dan juga situasi.

Hari-hari jadi lebih terasa istimewa, hubungan antar personal juga membaik. Di kantor, mbak Tita adalah Ibu yang mendengarkan aneka cerita mereka, dan kesulitan yang mendera. Managing tim agar semuanya berjalan sebagaimana mestinya, agar apa yang yang direncanakan tercapai. Di luar, mbak Tita adalah manusia yang bisa diajak nonton atau ngobrol ringan, bahkan mungkin berteman. Ternyata mbak Tita juga suka jajan lalapan geprek yang pedas dan jajan cilok. No longer become stranger each others.

Sampai hari ini, belajar menjadi Ibu bagi anak-anak kantor tetap saya jalani. Kadang masih merasa lelah atau putus asa, tapi naik turun dalam dunia kerja itu biasa. Tidak apa-apa, justru di situ tantangannya bukan? Anak-anak belajar untuk mengerti saya, dan begitu juga sebaliknya. Dunia ini terlalu indah untuk dihabiskan dengan menggerutu dan tidak bahagia.

Tidak ada kata terlambat untuk belajar jadi lebih baik. Jika hari ini saya masih ada kekurangan, semoga besok sudah bisa diselesaikan. Begitu terus, keep moving! :)

Regards
Titasya
Read More

Saturday, March 4, 2017

[Startup Series] Satu Hal yang Tak Bisa Dicuri

Nothing new under the sun. Semuanya merupakan recycle atau amati tiru dan modifikasi dari yang sudah ada. Wait, bagaimana jika hanya sampai di fase amati dan tiru? Bisa jadi, mendekati penjiplakan bukan? Hampir tidak ada juga 1 bisnis yang berjalan sendiri tanpa pesaing. Whatever you named it, rata-rata ada kompetitornya meski dalam skala jauh lebih kecil.

Masalah contek mencontek ini, udah biasa dan sulit untuk dihindari. Ya bagaimana, ketika kita membangun satu hal yang potensial dan ternyata disukai banyak orang, kita seperti menyalakan tanda bagi keramaian untuk melihat. Ketika dianalisa, oh bisa dimonetize nih, maka voila! Bisa jadi esok harinya, sudah ada pihak lain yang membuat sesuatu yang sama persis. Yeah, welcome to real life.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Well, kita tidak bisa mengendalikan hal tersebut. Tapi kita bisa menjaga internal sendiri, agar jangan sampai mati ketika ada kompetitor datang dengan 'barang jualan' yang sama atau bahkan dengan 'amunisi' yang lebih besar. Di sinilah letak pentingnya diferensiasi.

Kami (CEO, saya dan team holding company di Jakarta) mendiskusikan hal ini beberapa kali. Jualan nasi goreng dan menambahkan telur ceplok di atasnya, itu bukan diferensiasi. Penjual lain masih bisa mengejar menyuguhkan keistimewaan yang sama, tanpa menunggu waktu lama. Ini sempat jadi pe er bagi saya dan CEO, karena jawabannya akan menjadi salah satu kekuatan terbesar travelingyuk.com nanti ke depannya.
Orang lain bisa esok hari membuat website serupa dengan travelingyuk.com , kalau perlu membajak semua team yang ada di kantor kami. Namun ada satu yang tidak bisa dicuri (jika membahas soal koten), yaitu core idea yang ada di otak saya sebagai Chief Content Officer di sana. Ketika hari ini saya dan team menyajikan artikel bertema umroh backpacker, jeda beberapa jam mungkin saja sudah muncul di website lain. Tapi konsep menjiplak total tanpa modifikasi, ujungnya akan seperti itu terus. Tertinggal satu langkah di belakang, mengekor apa yang kami lakukan setiap harinya.

Kreativitas itu perlu, dan penting dalam aspek apapun. Ada banyak website media online di dunia ini, tidak sedikit yang mirip-mirip sehingga merasa membaca hal yang sama di beberapa tempat. Tapi toh, mereka yang mau berkreasi dan meluangkan waktu untuk berpikir membuat inovasi, bertahan di tengah peperangan persaingan yang ketat.

Jadi, jangan takut dengan persaingan dunia bisnis yang kejam. Friend is friend, but money is money my friend. Kita tentu pernah membaca beberapa orang yang awalnya adalah sahabat bahkan membangun bisnis bersama, pecah kongsi dan bisa jadi tak lagi mau kenal satu sama lain hingga bertahun-tahun. Teman saja bisa seperti itu, apalagi orang lain yang bahkan kita tidak kenal?

Saya tentu terkadang masih pesimis. Waduuuhh si ituh tuh budget bulanannya setinggi langit. Si ituh yang satunya lagi, teamnya ada ratusan. Et cetera, et cetera. But hey, terus kenapa? Tuhan saja tidak membatasi kok, siapa saja boleh berbisnis dan membangun sesuatu. Percaya pada diri sendiri itu perlu, dan yakin juga penting. Sekali lagi, usaha tidak akan mengkhianati kita. Apa yang ada di dalam pikiranmu, itulah yang menjadi kekuatanmu.

Bukan masalah jika kompetisi begitu berat di luar sana. Lakukan semuanya dengan cinta dan ketulusan. Tidak perlu berbuat curang atau hal-hal buruk lainnya. Berjalan yang lurus, melompat lebih tinggi dan temukan diferensiasi. Sampai sekarang, Indomie masih laku kok di mana-mana meski Mie Sedaap sudah menggerogoti pangsa pasarnya meski belum banyak. Karena apa? Indomie tidak berhenti berinovasi, siapa yang sudah icip-icip varian-varian terbarunya? #raisemyownhand :))

Team di kantor bisa rontok satu persatu, masalah datang silih berganti sudah pasti. Tapi jika otak terus mengeluarkan inovasi yang menarik, maka mereka yang amati dan tiru, tak akan bisa mengejarnya. Be positive, go ahead!


Regards
Titasya
Read More

© I'm Fireworks!, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena